Waduh, Gara-gara Omongan Trump, Sepertiga Orang Amerika Menyalahgunakan Disinfektan

Waduh, Gara-gara Omongan Trump, Sepertiga Orang Amerika Menyalahgunakan Disinfektan
Warga menggunakan penutup wajah berbendera Amerika Serikat di Kennesaw, Georgia. Foto: AP Photo/Mike Stewart
0 Komentar

WASHINGTON – Lebih dari sepertiga orang Amerika menyalahgunakan pembersih dan desinfektan untuk mencoba mencegah infeksi oleh virus corona. Menurut survei yang dilakukan tak lama setelah Presiden Donald Trump secara terbuka bertanya: “Apakah menyuntikkan produk tersebut dapat mengobati covid-19?”
Mencuci makanan dengan pemutih, menggunakan produk pembersih rumah tangga atau disinfektan pada kulit, dan dengan sengaja menghirup atau menelan produk-produk kimia tersebut adalah beberapa praktik “risiko tinggi” yang paling sering dilaporkan dalam survei online 4 Mei terhadap 502 orang dewasa di AS. Demikian dilaporkan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Pada akhir April, Trump bertanya kepada para ilmuwan dalam salah satu briefing penanganan virus corona. “Apakah memasukkan desinfektan ke dalam tubuh orang yang terinfeksi virus dapat membantu membersihkan penyakit tersebut?” Pernyataan Trump tersebut kemudian mengundang kontroversi.
Sekitar 39% dari orang yang disurvei melaporkan dengan sengaja terlibat dalam setidaknya satu praktik berisiko tinggi yang tidak direkomendasikan oleh CDC untuk mencegah infeksi corona virus, termasuk menggunakan pemutih untuk membersihkan makanan, menyemprot tubuh dengan desinfektan dan minum atau berkumur dengan larutan pemutih encer.
Seperempat dari mereka yang disurvei melaporkan memiliki setidaknya satu efek kesehatan yang merugikan, yang mereka yakini sebagai efek samping dari menggunakan produk ini.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan bahwa pesan pencegahan resmi covid-19 yang saat ini fokus pada kebersihan tangan dan pembersihan yang sering juga harus mencakup instruksi tentang penggunaan pembersih dan disinfektan yang tepat, dan menyimpan bahan kimia dari jangkauan anak-anak. (yud/reuters/ap)

0 Komentar