Menurutnya, tuntutan dari aksi ribuan santri nanti tidak jauh, agar oknum anggota DPRD untuk memberikan efek jera. Harusnya, urusan IMB UMC tidak merambah ke pesantren. Sama ini pengaburan isu.
“Fokus saja UMC. Jangan melebar ke kami. Kenapa sampelnya harus pesantren yang jadi kambing hitam. Jangan anggap remeh pesantren. Sebetulnya punya kepentingan apa Hermanto dengan pesantren,” jelasnya.
Dia meminta, Hermanto untuk mencabut statemennya yang telah melukai insan pondok pesantren disebut di hadapan publik. Meskipun Hermanto sudah silaturahmi ke kiai-kiai.
“Kami merasa keberatan karena dinilai membangkang. Ingat sebelum ada negara pesantren sudah lahir terlebih dahulu. Bahkan, kita yang membentuk negara dan memberikan kontribusi kepada negara,” tandasnya.
Sementara itu, Komandan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul ulama (Banser) Kabupaten Cirebon, Abdul Rohman mengaku, pihaknya masih menunggu instruksi dari PCNU setempat untuk bergerak menyikapi statemen Hermanto yang dinilai menyakitkan dan merugikan pesantren.
Apa yang disampaikan Hermanto, menurut dia, tidak sepantasnya IMB pesantren diungkit dan diperdebatkan. Mengingat pesantren berdiri sebelum lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami sebagai Komandan Banser menunggu instruksi dari orang tua (PCNU, red). Banser siap bergerak untuk meminta klarifikasi pada Hermanto atas statemennya yang lantang memojokkan pesantren,” kata Rohman.
Ia menambahkan, seharusnya Hermanto berpikir secara matang sebelum memberikan pernyataan dan mempermasalahkan IMB Pesantren. Bahkan, sebelum Hermanto lahir, lanjut dia, pesantren sudah duluan berdiri di Kabupaten Cirebon.
Untuk itu, sebagai pengawal dan penjaga para ulama, pihaknya siap bergerak jika sudah ada perintah. “Intinya kami dari Banser Kabupaten Cirebon menunggu instruksi dari orang tua dan siap mengawal dan menjaga para alim ulama dan menjaga marwah pesantren,” pungkasnya. (sam)
Pertanyakan IMB Gudang Rajungan Hermanto
