Perkuat Implementasi Kerjasama Internasional, Jurusan BSA UINSSC Gelar Seminar Bersama ICESCO dan UIS Malaysia

Jurusan BSA UINSSC Hadirkan Seminar Bersama ICESCO dan UIS Malaysia
Jurusan BSA UINSSC Hadirkan Seminar Bersama ICESCO dan UIS Malaysia
0 Komentar

CIREBON – Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan seminar ilmiah internasional bertajuk “Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan: Peluang, Tantangan, dan Peran Pendidik”. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi akademik antara Universiti Islam Selangor dan The Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO) sebagai bentuk penguatan jejaring internasional dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Acara seminar internasional ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ayus Ahmad Yusuf, M.SI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen mewujudkan kampus bertaraf internasional melalui penguatan kerja sama global, peningkatan mutu akademik, serta pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Jurusan BSA yang dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam membangun jejaring internasional kampus.

Menurutnya, capaian akreditasi unggul yang diraih Program Studi Bahasa dan Sastra Arab menjadi bukti nyata kualitas akademik dan pengelolaan kelembagaan yang terus berkembang. Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag dalam sambutan selamat datang menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan akademik ke kantor The Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO) bersama Ketua dan Sekretaris Jurusan BSA pada tahun 2025 lalu sebagai upaya memperkuat implementasi kerja sama internasional secara konkret dan berkelanjutan.

Baca Juga:Mercy Putri Cantika Raih Emas Bulutangkis Nasional Muhammadiyah Games 2026UMC Gandeng  Perkumpulan Afirmasi Pengajar Nusantara Wujudkan Desa Bebas Sampah

Pembicara pertama, Dr. Md Noor bin Hussin, menyampaikan materi berjudul “Bila sudah ada Kecerdasan Buatan (AI), masih perlukah guru dalam Pembelajaran Bahasa Arab?”. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kehadiran AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan posisi guru. Menurutnya, guru tetap memiliki fungsi strategis sebagai pembimbing nilai, pengarah pembelajaran, serta penguat aspek emosional dan spiritual dalam proses pendidikan bahasa Arab yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Selanjutnya, Prof. Madya Dr. Mohammad Syukri Bin Abdul Rahman membawakan tema “Optimalisasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam meningkatkan kompetensi berbahasa Arab”. Ia menjelaskan berbagai peluang pemanfaatan AI dalam pengembangan keterampilan istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah melalui platform digital interaktif, sistem pembelajaran adaptif, hingga pemanfaatan aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab di era digital.

0 Komentar