RADARCIREBON.ID -Dukungan agar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 digelar di Cirebon Raya terus menguat.
PCNU Kabupaten/Kota Cirebon dan Indramayu pun resmi mengusulkan Kawasan Cirebon Raya sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 ke PBNU.
Selain dinilai siap dari sisi fasilitas dan aksesibilitas, Cirebon dianggap memiliki akar sejarah serta spiritualitas yang kuat dalam perjalanan Islam Nusantara dan perkembangan NU di Indonesia.
Baca Juga:Mahasiswa S2 Kesmas UBHI Gelar Pengabdian Masyarakat Ketika FK UGJ Menjadi Rujukan Belajar bagi Mahasiswa Belanda, Praktik Lapangan hingga Mempelajari Kasus Penya
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi menyampaikan, pengajuan tersebut bukan sekadar kesiapan administratif maupun teknis.
Menurutnya, Cirebon memiliki keterikatan sejarah yang panjang dengan perkembangan Islam Nusantara dan Nahdlatul Ulama.
“Cirebon sejak dahulu dikenal sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Tradisi keilmuan Islam tumbuh kuat melalui jaringan pesantren yang hingga kini tetap eksis menjaga sanad keilmuan ahlussunnah wal jamaah,” kata Kang Aziz –sapaan akrabnya, kepada Radar Cirebon, Kamis (21/5).
Artinya, Cirebon bukan sekadar wilayah administratif. Daerah ini merupakan simpul penting sejarah Islam Nusantara, tempat dakwah, perjuangan, dan tradisi keilmuan berkembang selama ratusan tahun.
“Beberapa pesantren besar yang disebut memiliki peran penting dalam sejarah Islam dan NU di Cirebon antara lain Pesantren Babakan, Buntet Pesantren, Pesantren Gedongan, hingga Pesantren Balarante,” ungkapnya.
Menurutnya, pesantren-pesantren tersebut telah melahirkan banyak ulama, kiai, pejuang, dan kader NU lintas generasi.
Tak hanya itu, Cirebon juga dinilai memiliki jejak spiritual yang kuat dalam perjalanan Islam Nusantara melalui keberadaan maqbarah dan pusat dakwah Sunan Gunung Jati.
Baca Juga:BI Jawa Barat Gelar Pelatihan dan Uji Kompetensi BNSP Juleha Siswi SD Sains Islam Al Farabi Sumber Raih Gelar Winner Miss Hijab Cilik Jabar 2026
“Menggelar Muktamar NU di Cirebon bukan sekadar memilih lokasi kegiatan, tetapi menghadirkan kembali ingatan kolektif tentang akar dakwah Islam Nusantara yang teduh, moderat, dan membumi,” katanya.
Ia juga menyinggung kuatnya hubungan historis antara Cirebon dengan perjuangan Nahdlatul Ulama.
Salah satu tokoh besar NU yang berasal dari Cirebon adalah KH Abbas Abdul Jamil, ulama pejuang yang dikenal sebagai panglima laskar jihad NU pada masa Resolusi Jihad yang difatwakan KH Hasyim Asy’ari.
