INDRAMAYU – Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) Indramayu meluncurkan program strategis di bidang pendidikan bertajuk “Satu Ranting Satu Sarjana”. Ini sebagai bentuk nyata upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga Nahdliyin di Kabupaten Indramayu.
Hal tersebut disampaikan Ketua STIDKI NU Indramayu, H Supendi Samian, saat menggelar jumpa pers dengan wartawan, belum lama ini.
Program tersebut menargetkan pemberian beasiswa pendidikan kepada perwakilan dari 317 ranting NU yang tersebar di Kabupaten Indramayu. Selain itu, STIDKI NU Indramayu juga menyiapkan 31 beasiswa khusus bagi kader Gerakan Pemuda Ansor serta 31 beasiswa untuk kader Fatayat Nahdlatul Ulama.
Baca Juga:Pengurus AMKI Indramayu Dilantik, Bupati Lucky Tekankan Pentingnya Kode Etik JurnalistikPeresmian Gerai KDKMP di Indramayu, Dandim Targetkan 210 Gerai Rampung Akhir Juli
Menurut Supendi Samian, program ini menjadi bagian dari ikhtiar besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam membangun peradaban melalui sektor pendidikan dan penguatan intelektual masyarakat.
“Pendidikan merupakan jalan utama untuk membangun masa depan umat. Melalui program satu ranting satu sarjana, kami ingin memastikan setiap ranting NU di Indramayu memiliki kader-kader terdidik yang nantinya mampu menjadi penggerak masyarakat, memperkuat organisasi, sekaligus menjadi motor pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial dan kaderisasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas warga Nahdliyin di berbagai bidang kehidupan.
Lebih lanjut, program ini juga diarahkan untuk membangun generasi muda yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, berakhlak, moderat, serta memiliki pemahaman keislaman yang sejalan dengan nilai dan tradisi Nahdlatul Ulama.
Supendi menyampaikan bahwa STIDKI NU Indramayu ingin melahirkan kader-kader intelektual yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga siap menjadi penggerak dakwah, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat sesuai ajaran Nahdlatul Ulama.
“Program ini merupakan investasi kaderisasi jangka panjang. Kami ingin mencetak generasi Aswaja An-Nahdliyah yang mampu menjaga nilai keislaman, kebangsaan, toleransi, serta menjadi penggerak dakwah yang ramah dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.
Program beasiswa tersebut juga dipandang sebagai bentuk kontribusi nyata STIDKI NU Indramayu dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Indramayu, khususnya di sektor pendidikan. Dengan semakin terbukanya akses pendidikan tinggi bagi masyarakat akar rumput NU, diharapkan akan lahir generasi muda yang unggul, memiliki daya saing, serta karakter keislaman dan kebangsaan yang kuat.
