SUMBER – Nama Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto SH terus menjadi sorotan. Kritik pun dilontarkan berbagai pihak. Setelah PCNU, giliran para Alumni Santri Pondok Pesantren pun angkat bicara.
Abdurrohim SPdI, alumni Pondok Pesantren Kempek menduga, pengalihan isu ini terkesan sengaja dibuat untuk mengaburkan permasalahan UMC yang menjadi sorotan publik, lantaran tidak memiliki IMB. Akhirnya, pondok pesantren menjadi percontohan.
Harusnya, kata dia, jika cerdas Hermanto mengambil sampel lain, yang jelas dikomersilkan, bukan pesantren. Munculnya statemen Hermanto yang meluas ke pondok pesantren itulah, akhirnya menyulut kaum sarungan Cirebon untuk bergerak.
“Hermanto itu sudah keterlaluan. Mengalihkan persoalan serius yang tengah dihadapi Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) yang jelas tidak memiliki IMB, ke pondok pesantren,” tegasnya kepada Radar, saat ditemui di gedung DPRD, kemarin (6/7).
Menurutnya, anggota DPRD tiga periode itu tidak paham tentang sejarah berdirinya pondok pesantren. Sehingga, berbicara asal saja di depan publik. Harusnya, Hermanto berkaca, apakah Gudang Rajungan yang ia miliki di atas tanah sempadan sungai itu ada IMB-nya? “Itu harus dibongkar. Rumah dia juga disinyalir tidak punya IMB,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, sebelum negara ini berdiri, pondok pesantren lebih dulu hadir dan melahirkan banyak cendikiawan di tanah air. Yang sampai akhirnya Indonesia merdeka atas perjuangan dan darah para ulama dan santri.
“Ada sejarah yang dihapus. Sehingga, peran kiai dan santri tak masuk dalam rangkaian sejarah,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Rohim, ribuan santri akan melakukan aksi menggerudug gedung DPRD atas pernyataan Hermanto yang telah melukai insan pondok pesantren. “Mereka bergerak atas hati nurani,” tegasnya.
Sementara itu, Kordinator Lingkar Santri Cirebon (LSC) Ahmad Ibnu Ubaidilah mengatakan, pihaknya mengakomodir para santri yang ada di pondok pesantren di wilayah timur, barat dan utara. Sebab, mereka merasa tersinggung dengan statemen Hermanto.
“Estimasi massa yang akan melakukan aksi di DPRD mencapai ribuan. Banyak yang prihatin termasuk jejaring alumni,” kata pria yang akrab disapa Kang Ibnu itu.
Dia mengaku, Hermanto salah tafsir soal pesantren. Yang akhirnya, membuat kelompok pesantren kecewa dan dirugikan. “Kami ini menjaga marwah pesantren dan kiai. Karena statemen oknum anggota DPRD (Hermanto, red) sudah keterlaluan,” jelasnya.
Pertanyakan IMB Gudang Rajungan Hermanto
