Yang bersangkutan menurut Sartono, seorang laki-laki berusia sekitar 41 tahun dan selama di Cirebon menginap di hotel. Tim Gugus Tugas juga sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola hotel dan bersama-sama melakukan upaya sterilisasi agar virus tersebut tidak menyebar.
“Kita sudah koordinasi dengan pengelolah hotel, sedang dilakukan sterilisasi,” paparnya.
Untuk tim yang bergerak di kluster Plered, menurut Sartono, pada Rabu (29/7) pihaknya melakukan pengambilan swab test untuk sekitar 114 warga Trusmi Wetan. Rencananya, setelah menyisir Desa Trusmi Wetan, pihaknya akan kembali melakukan swab test masal di Desa Wotgali.
Sementara itu, satu pasien positif covid-19 asal Kota Cirebon meninggal dunia, Rabu (29/7). Berdasarkan penelusuran data di situs resmi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Cirebon, kolom pasien yang meninggal dunia bertambah dari dua orang menjadi tiga orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Edy Sugiarto membenarkan adanya pasien warga Kota Cirebon yang meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif covid-19.
“Ya benar, seorang perempuan usia 59 tahun, alamat pada KTP-nya di Jl Parujakan,” ujar Edy kepada wartawan.
Menurutnya, pasien tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Santosa Bandung tadi malam (Selasa malam). Pihaknya masih menelusuri informasi identitas dan riwayat penularannya.
Pasien positif covid-19 yang meninggal dunia, Dinas Kesehatan masih kesulitan untuk melakukan tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak erat. Bahkan, diketahui jika yang bersangkutan juga memiliki tiga rumah domisili di wilayah Kota Cirebon.
“Belum dapat informasi riwayat penularannya. Mau dimakamkan di mana. Aktivitas yang kontak eratnya siapa, sampai tadi petugas kita mau komunikasi dengan keluarganya,” ucapnya.
Pihaknya menyayangkan hal ini karena semestinya proses tracing bisa cepat dilakukan untuk kemudian melakukan skrining terhadap siapa-siapa saja orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif tersebut.
“Di Setrayasa ada rumah, di Kartini ada rumah, tapi KTP Jl Parujakan. Kita masih bingung mesti melakukan tracing di mana. Yang bersangkutan mesti diketahui lebih banyak aktivitas tinggalnya di domisili yang mana buat penelusuran,” paparnya.
Edy menceritakan, berdasarkan penuturan pihak rumah sakit, pasien tersebut pertama kali dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras beberapa hari lalu. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sentosa Bandung.
Kabupaten Tambah Dua Kasus, Kota Satu Meninggal
