Cirebon United, Pusat Pembinaan Pemain Nasional Sepak Bola

cirebon united sepak bola
BELAJAR TEORI: Materi DNA Cirebon United diberikan setiap Jumat. Para siswa mengikuti pembelajaran teori dan diskusi bersama pelatih. FOTO: ADE GUSTINA - RADARCIREBON.ID
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Cirebon United menghadirkan konsep pembinaan sepak bola yang mengintegrasikan aspek intelektual, karakter, dan spiritualitas. Lembaga ini menjadi wadah pengembangan atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Setiap Jumat, aktivitas di asrama Cirebon United difokuskan pada materi “DNA Cirebon United”. Dalam sesi ini, para siswa tidak menjalani latihan fisik, melainkan mengikuti pembelajaran teori, diskusi, dan pendalaman filosofi sepak bola.

Materi tersebut menekankan bahwa sepak bola tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga kecerdasan dalam membaca ruang, mengatur waktu, dan mengambil keputusan di bawah tekanan. Nilai-nilai tersebut ditanamkan agar siswa tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga memiliki pemahaman taktik yang baik.

Baca Juga:Perputaran Uang MBG Rp600 Miliar per Hari di Kalangan Petani, Pembudidaya dan PeternakHarga BBM Subsidi Tidak Naik sampai Akhir Tahun, Bahlil Sebut Stok Dijaga di Atas Standar Minimum

Kepala SMP Cirebon United, Muhamad Sayidil Ayamin MPd, menjelaskan sistem pendidikan yang diterapkan bersifat terintegrasi dengan tiga pilar utama, yakni pendidikan dan pelatihan (diklat) sepak bola, sekolah formal, serta pendidikan pesantren bagi siswa muslim.

“Ketiga pilar ini berjalan beriringan untuk membentuk atlet yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga cerdas dan berkarakter,” ujarnya.

Siswa yang bergabung berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, terdapat 45 siswa yang menetap di asrama, terdiri atas 20 siswa jenjang SMP dan 25 siswa jenjang SMA. Mereka berasal dari berbagai wilayah, seperti Sumatera, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Papua.

Secara keseluruhan, jumlah peserta diklat mencapai sekitar 120 siswa dengan rentang usia 7 hingga 18 tahun. Seluruh peserta menjalani program latihan yang terstruktur dan terukur.

Dari sisi kelembagaan, Cirebon United telah mengantongi izin operasional dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon pada 2025. Saat ini, manajemen tengah mempersiapkan proses akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM).

Ayamin menyebutkan kurikulum yang diterapkan disusun secara mandiri dengan menggabungkan kurikulum sepak bola, Kurikulum Merdeka, serta kurikulum pesantren.

“Kurikulum kami dirancang agar relevan dengan kebutuhan atlet,” katanya.

Baca Juga:Bahlil Umumkan Kabar Gembira: Indonesia Dapat Pasokan Minyak dari RusiaAS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat Hormuz

Melalui pendekatan tersebut, Cirebon United menargetkan lahirnya atlet yang tangguh secara fisik, cerdas secara taktik, serta memiliki akhlak yang baik. Pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam pembinaan, termasuk penanaman nilai disiplin, sopan santun, dan tanggung jawab.

0 Komentar