Kabupaten Tambah Dua Kasus, Kota Satu Meninggal

kepala-dinas-kesehatan-kota-cirebon
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Edy Sugiarto. Foto: Azis Muhtarom/Radar Cirebon
0 Komentar

CIREBON – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon ditemukan lagi. Kali ini, dua kasus langsung. Satu ber-KTP Kabupaten Cirebon, satu lainnya ber-KTP Cilincing, Jakarta.
Untuk pencatatan, hanya kasus yang ber-KTP Kabupaten Cirebon saja yang dimasukan ke dalam data gugus tugas yang kini menjadi kasus ke-64 terkonfirmasi positif. Sementara untuk data kasus warga Jakarta sendiri, dikirimkan ke Jakarta untuk dimasukan ke dalam data gugus tugas di sana.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Sartono SKM MPH saat dihubungi Radar mengatakan, untuk kasus terkonfirmasi positif ke-64, adalah laki-laki berusia sekitar 19 tahun yang pada 22 Juli lalu melakukan perjalanan ke Bandung untuk keperluan masuk perguruan tinggi.
“Awalnya yang bersangkutan hendak membuat surat keterangan sehat di puskesmas. Ternyata permintaan dari perguruan tingginya harus surat keterangan rapid test. Akhirnya, diarahkan ke rumah sakit Pelabuhan,” ujar Sartono.
Ditambahkannya, saat menjalani rapid test, keluar hasil reaktif. Karena masih penasaran, maka yang bersangkutan kembali mengikuti rapid test kembali di RS Permata.
“Dua kali rapid itu, hasilnya reaktif semua. Akhirnya oleh petugas rumah sakit diarahkan ke Labkesda untuk swab test. Saat di Labkesda dilakukan swab test yang hasilnya positif terpapar Covid-19,” imbuhnya.
Buntut dari kasus ke-64 tersebut, tim surveillance dari Dinkes Kabupaten Cirebon melakukan penelusuran kontak erat, hingga akhirnya didapati sekitar 47 orang yang kemudian dilakukan swab test dengan rincian 27 tenaga kesehatan, tiga kontak erat dari anggota keluarga dan 17 orang dari warga sekitar.
“Sudah kita lakukan swab test. Secepatnya akan keluar hasil. Kita masih teruskan penelusuran kontak eratnya. Kondisi yang bersangkutan stabil dan tanpa gejala klinis. Sudah dirawat di rumah sakit untuk tindak lanjutnya,” jelasnya.
Kasus selanjutnya, menurut Sartono, adalah ABK yang hendak melakukan rapid test untuk keperluan surat perjalanan. ABK tersebut berada di Cirebon dan menginap di salah satu hotel. Saat dilakukan rapid test, yang bersangkutan reaktif dan langsung dilakukan swab test dengan hasil positif.
“Yang bersangkutan kita evakuasi ke rumah sakit, kondisi stabil dan tanpa gejala. Untuk pencatatan oleh Gugus Tugas Jakarta. Tapi pasien tetap kita tangani secara intensif,” ungkapnya.

0 Komentar