Banyak Jalan Menuju Kampung

Banyak Jalan Menuju Kampung
0 Komentar

CIREBON- Aturan peniadaan mudik lebaran akan efektif mulai besok (6/5). Karena itu sejak beberapa hari lalu pemudik sudah curi start. Meski di jalan raya ada pra pengetatan, pemudik masih lolos. Ada banyak cara demi bisa sampai kampung halaman. Rindu orang tua adalah salah satu alasan untuk tetap pulang kampung.
Selasa (4/5), jalur pantura Cirebon mulai ramai dilalui oleh para pemudik. Sejak pagi hari iring-iringan mereka tampak memadati jalan by pass Brigjen Dharsono hingga by pass Ahmad Yani. Pada siang hari mulai sepi dan akan ramai lagi saat sore menjelang malam.
Salah seorang pemudik, Yusuf (30), mengaku memilih mudik karena tahun lalu ia tak pulang ke kampung halaman. Tahun lalu, kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 membuatnya terpaksa berlebaran di Cikarang, Bekasi, tempatnya bekerja.
Namun tahun ini, ia mengaku nekat mudik walaupun dilarang pemerintah. Yusuf mengaku sudah rindu berjumpa orang tuanya di Pekalongan. “Sudah lama tidak pulang. Sekarang walaupun dilarang, tapi ya tetap nekat saja. Kasihan orang tua. Lama tidak ditengok,” ungkapnya saat ditemui sedang beristirahat di by pass Ahmad Yani kemarin. Apa tidak takut membawa virus? “Insya Allah aman,” sambung Yusuf.
Saat berbincang, Yusuf tetap dengan helm yang dipakai dan tetap mengenakan masker. Soal perjalanan, Yusuf mengaku berangkat dari Cikarang setelah sahur. Selama perjalanan, lalu lintas tidak terlalu padat. Dia juga tidak menjumpai adanya penyekatan dari petugas. “Memang sengaja pilih pagi biar tidak terlalu capek di jalan,” katanya.
Selain itu, dirinya juga tak membawa banyak barang di sepeda motornya. Ia hanya membawa barang seadanya yang disimpan di tas ransel yang berukuran tak terlalu besar. Hal itu membuatnya tak terlihat mencolok sebagai pemudik. “Memang tidak bawa banyak barang. Yang penting bisa ketemu saja dulu dengan orang tua,” ungkapnya.
Selain Yusuf, berdasarkan pengamatan Radar Cirebon di lapangan, penampilan sebagian besar pemudik lain juga demikian. Pemudik lebih memilih tak membawa banyak barang barang seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, seringkali dijumpai iring-iringan pemudik dengan kendaraan berplat Jakarta dan kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menggunakan seragam ojek online. Lengkap dengan holder handphone di stang motornya.

0 Komentar