RADARCIREBON.ID–Warga Dusun Kliwon RT 25 RW 09 Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, mendadak panik setelah seekor anak ular sanca masuk ke dalam rumah warga pada Rabu dini hari (28/5/2026). Ular dengan panjang sekitar satu meter tersebut ditemukan berada di area dapur rumah milik Wawan Ahwan (41) sekitar pukul 00.30 WIB.
Peristiwa itu bermula ketika Wawan hendak masuk ke dapur rumahnya. Saat kondisi rumah sedang sepi dan sebagian penghuni sudah beristirahat, ia tiba-tiba melihat seekor ular bergerak di dekat peralatan dapur. Setelah diamati lebih dekat, ular tersebut ternyata masuk dan bersembunyi di bawah mesin cuci.
Karena takut ular tersebut membahayakan keluarga, Wawan langsung menghubungi petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi.
Baca Juga:Pemkab Kuningan Salurkan Bantuan Stimulan RT/RW dan LPM Sebesar Rp299,5 JutaBapenda Kuningan Apresiasi Wajib Pajak Berprestasi Tahun 2026
“Saya kaget karena ular tiba-tiba sudah ada di dapur. Takut masuk ke ruangan lain atau membahayakan keluarga, saya langsung meminta bantuan petugas damkar,” ujar Wawan.
Menurutnya, keberadaan ular membuat penghuni rumah panik karena khawatir hewan liar tersebut menyerang anggota keluarga, terutama anak-anak. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu juga sempat berdatangan untuk melihat proses evakuasi.
Laporan warga diterima UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan sekitar pukul 00.49 WIB. Tim piket Regu 1 kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Petugas berangkat sekitar pukul 00.53 WIB dan tiba di rumah pelapor pukul 01.13 WIB. Setelah melakukan penyisiran di area dapur dan sekitar rumah, ular sanca sepanjang kurang lebih satu meter berhasil ditemukan dalam kondisi masih bersembunyi di bawah mesin cuci.
Proses evakuasi berlangsung singkat. Petugas menggunakan peralatan khusus untuk mengamankan ular agar tidak melukai warga maupun petugas saat proses penangkapan berlangsung.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan penanganan berjalan aman dan terkendali tanpa adanya korban jiwa maupun hambatan di lapangan.
“Evakuasi dilakukan agar ular tidak membahayakan penghuni rumah,” ujarnya.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani ular secara mandiri, terutama jika hewan tersebut masuk ke dalam rumah atau permukiman warga.
