Mengapa Orang Indonesia Suka Foto dengan Bule? Ternyata Ini Alasannya

alasan orang indonesia suka foto dengan bule
Alasan orang Indonesia suka foto dengan bule. Simak penjelasan berikut ini. Foto: Yuda Sanjaya - RADARCIREBON.ID
0 Komentar

Contoh pakaian dan parfum. Orang Islam dikenal bersih dan wangi. Sementara Eropa abad pertengahan? Mereka bahkan jarang mandi.

Dari dunia Islam, Eropa belajar memakai sabun (kata “soap” dari “ṣābūn” dalam Arab). Mereka kagum dengan aroma wangi-wangian dari dunia Muslim, hingga industri parfum pun lahir dari sana.

Selain itu soal kopi. Minuman ini awalnya populer di Yaman dan Jazirah Arab. Orang-orang Islam menyajikannya di majelis ilmu, masjid, dan warung-warung.

Baca Juga:Zohran Mamdani, Muslim Pertama Calon Wali Kota New York, Bikin Trump Naik PitamMiris Kehidupan Lansia di Barat, 1 dari 4 Tinggal Sendirian, Banyak yang Meninggal Sebatang Kara

Orang Barat datang, mencicipi, jatuh cinta dan akhirnya menciptakan kedai kopi versi mereka: café.Kata “coffee” sendiri berasal dari “qahwah”.

Juga sistem universitas. Universitas pertama dalam sejarah dunia adalah Al-Qarawiyyin di Maroko (didirikan tahun 859 M). Disusul oleh Universitas Al-Azhar dan banyak madrasah tinggi di dunia Islam.

Barat meniru konsep ini dan mendirikan kampus mereka kemudian hari. Seperti Bologna, Oxford, dan Sorbonne.

Tak ketinggalan arsitektur dan seni. Gaya bangunan berukir, kubah besar, jendela mozaik warna-warni, semua itu terinspirasi dari masjid dan istana Islam di Andalusia dan Timur Tengah. Banyak kastil Eropa bahkan dibangun dengan gaya yang mereka temui dari Islam.

Begitu juga sains dan teknologi. Mulai dari aljabar (al-jabr), alkimia, astronomi, hingga kedokteran, orang-orang Eropa belajar banyak dari para ilmuwan Muslim.

Seperti Al-Khwarizmi (matematika), Ibn Sina (kedokteran), Al-Razi (kimia), Al-Zahrawi (bedah) dan Ibn al-Haytham (optik dan kamera). Ilmu-ilmu ini diterjemahkan dari Arab ke Latin, lalu menjadi dasar kebangkitan Eropa.

Ada lagi soal bahasa dan kosakata. Ribuan kata dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Prancis sebenarnya serapan dari bahasa Arab dan Persia. Misalnya Alcohol (al-kuḥl), Algebra (al-jabr), Azimuth, zenith, sugar, tariff, dan banyak lainnya.

Baca Juga:Menyoal Rumah Netanyahu, Diambil Paksa Negara dari Seorang Dokter PalestinaMenyoal Rumah Netanyahu, Diambil Paksa Negara dari Seorang Dokter Palestina

Jadi jelas, Eropa dulu meniru dunia Islam bukan karena rendah diri. Tapi karena dunia Islam saat itu unggul dan layak dikagumi. Mereka tidak malu belajar. Bahkan mengirim pelajar dan menyalin kitab-kitab dari perpustakaan Muslim.

Bandingkan dengan hari ini. Kita justru malu dengan budaya sendiri. Padahal leluhur dulu pernah menjadi rujukan dunia. Maka sudah waktunya sadar: Kita bukan bangsa rendahan. Kita bukan masyarakat gagal. Kita adalah pewaris peradaban besar.

0 Komentar