Pestapora 2025 Berantakan, Ternyata ‘Lack of Brand Fit’ Jadi Penyebabnya

pesta pora 2025
Penampilan Juicy Luicy di Pesta Pora 2025. Foto: Pesta Pora - IG
0 Komentar

Apalagi, jelasnya lagi, membangun citra dan kepercayaan itu tak rampung setahun atau dua tahun. Membangun citra membutuhkan proses yang panjang dan mahal.

Dari kegagalan acara itu, tegasnya, bisa belajar. Ternyata audiens, terutama gen Z dan melenial, makin kritis. Mereka tidak hanya melihat produk, tapi juga nilai di balik sebuah nama.

Akun itu mengungkapkan sebuah penelitian, 84% mengatakan kalau gen Z dan melenial itu, perhatian sekali dengan nilai sebuah brand yang mereka pakai.

Baca Juga:Reshufle Kabinet, Prabowo Sedang Bersihkan Orang-orang Jokowi? Istana Bilang BeginiHari ke Sepuluh, BBKSDA Sisir Hutan Lindung Terdekat Gunung Tangkuban Parahu

Apalagi di kondisi yang sedang sakit seperti ini, menurutnya, ketimpangan ekonomi, masalah lingkungan, dan masalah sosial bisa menjadi penyulut protes dan kemarahan masyarakat.

Dijelaskan, brand harus sadar soal “Silent is not safe”. Jika brand tak jelas dan “menutupi sesuatu” sangat berseberangan dengan karakter audience anak muda. Sebab anak muda itu terbuka akan nilai dan keselarasan identitas dengan apa yang mereka pakai atau lakukan.

Masalahnya, tambah akun itu, Pestpora mengaku tak menerima aliran uang sepersepun dari Freeport. Tapi, sudah banyak musisi yang mengundurkan diri. Jadi yang dirugikan tetap penonton.

0 Komentar