Pestapora 2025 Berantakan, Ternyata ‘Lack of Brand Fit’ Jadi Penyebabnya

pesta pora 2025
Penampilan Juicy Luicy di Pesta Pora 2025. Foto: Pesta Pora - IG
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Acara Pestapora 2025 pada awalnya penuh dengan euforia. Namun perlahan-lahan berantakan. Dari jam yang dimajukan hingga berakhir dengan gerakan batal manggung bersama.

Pestapora 2025 merupakan festival musik terbesar di Tanah Air. Acara itu digelar di Gambir Expo & Hall 2 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, sejak Jumat hingga Minggu Ahad, 5-7 September 2025.

Penyebab mundurnya sejumlah grup band ternama di Tanah Air tersebut, disebabkan oleh “Lack of brand fit”. Lalu, sepenting itu peran sponsor hingga para performernya terpaksa undur diri?

Baca Juga:Reshufle Kabinet, Prabowo Sedang Bersihkan Orang-orang Jokowi? Istana Bilang BeginiHari ke Sepuluh, BBKSDA Sisir Hutan Lindung Terdekat Gunung Tangkuban Parahu

Seperti diketahui, Lack of brand fit merupakan kondisi ketika ada ketidaksesuaian antara karakteristik suatu merek dengan persepsi dan kebutuhan pasar. Karakteristik suatu merek itu meliputi nilai, pesan, identitas visual, dan target audiensnya.

Akun konsultan keuangan “100 Juta Pertama” menyebut jika acara itu mulanya sangat menarik. Dari bangun subuh hingga Jumatan bisa bareng H Rhoma Iramq.

Namun, ungkapnya, tiba-tiba ada klarifikasi dari beberapa musisi kalau mereka terpaksa undur diri karena keterlibatan sponsor tertentu.

Dalam unggahan di media sosial X, akun itu menyebut jika penolakan dan protes dari banyak musisi ini gegara sponsor Freeport.

Menurutnya, Freeport berperan penuh dalam isu kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga ketidakadilan ekonomi bagi masyarakat Papua.

Apalagi, lanjutnya, produksi limbah Freeport sampai 200 ribu ton/hari yang mencemari sungai dan ekosistem.

Mirisnya, tandas akun itu, Freeport memang menjadi penyumbang devisa yang besar. Hanya saja, Papua masih tercatat sebagai salah satu provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia. Dari data BPS masih 24,9% per 2023.

Baca Juga:Rasio Rata-rata Gaji Rakyat dan Anggota DPR di Indonesia, 1 Banding 27, Tertinggi di Banding Negara LainTeror Macan Tutul di Desa Cimenga, Ternak Milik Warga Sering Jadi Sasaran

Akun itu mengamati, para musisi sangat kecewa berat. Sebab, musik yang menjadi simbol kebebasan, ekspresi, dan anak muda seolah olah malah mendukung perusahaan perusak lingkungan.

“Jelas-jelas berseberangan dengan apa yang mereka yakini dan suarakan selama ini,” tandas akun itu.

Akun itu mengingatkan para brand. Inilah pentingya “Brand Market Fit”. Dalam hal apapun harus ada kecocokan nilai sebuah brand dengan acara atau audiens yang terlibat.

Jika tidak, jelas akun itu, seperti yang dialami Pestapora tahun ini. Karena salah brand, bisa merusak acara yang tahun sebelumnya sangat sukses.

0 Komentar