KUNINGAN — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dan Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMK) berkomitmen memperkuat kemandirian masyarakat melalui Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR).
Program yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini resmi diimplementasikan di Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, dengan fokus pada pengembangan budidaya ikan lele dalam ember (budikdamer) sebagai inovasi pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
Program PINTAR menjadi wadah kolaborasi lintas sektor antara dunia akademik dan lembaga keuangan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam pelaksanaan tahap ketiga yang akan berjalan selama enam bulan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:UMC dan SDN Majasem 2 Wujudkan Inovasi Pembelajaran Berbasis AI Universitas Muhammadiyah Cirebon dan PNM Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan Masyarakat
PNM melalui Manajer Supporting, Rizki Alhabibi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM lokal. “Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pendampingan teknis agar masyarakat dapat berwirausaha secara mandiri,” ujarnya.
Dari pihak akademisi, kegiatan ini dipimpin oleh Johan, M.T., Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Divisi Pengabdian kepada Masyarakat UMC, bersama Ketua LPM Ari, serta dua mahasiswa pendamping. Dari UM Kuningan, program diinisiasi oleh Dr. Oman Hadiana, M.Pd., Kepala LPPM, didampingi Azmi Darotulmutmainnah, M.Si., selaku Kepala Bidang Riset.
Pelatihan tahap awal dilaksanakan pada 7 November 2025 di rumah salah satu warga Desa Paninggaran. Peserta mendapat pembekalan teknis tentang budidaya lele dalam ember dan penanaman kangkung secara vertikal di atas media air yang sama. “Metode ini ramah lingkungan, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh ibu rumah tangga. Selain memenuhi kebutuhan pangan bergizi, juga menambah pendapatan keluarga,” ujar Johan.
Program PINTAR dijadwalkan berlanjut pada 13 November 2025 dengan agenda penyerahan simbolis yang akan dihadiri Wakil Bupati Kuningan, rektor dari kedua universitas, serta perwakilan LPPM UMC dan UMK.
Tim gabungan dari PNM, UMC, dan UMK akan melakukan pendampingan intensif selama enam bulan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Dr. Oman Hadiana menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
