Tak Ada Kabar, Macan Tutul Korban Penembakan Belum Ditemukan

macan tutul gunung sanggabuana
Setelah diketahui menderita luka serius, macan tutul di kawasan Gunung Sanggabuana belum diketahui keberadaannya. Ada yang menduga, jika satwa Panthera pardus melas itu telah mati.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Setelah diketahui menderita luka serius, macan tutul di kawasan Gunung Sanggabuana belum diketahui keberadaannya. Ada yang menduga, jika satwa Panthera pardus melas itu telah mati.

Seekor satwa yang dilindungi itu sebelumnya menjadi korban penembakan oleh para pemburu liar. Kondisi macan tutul dengan kode SP 08 sempat terekam kamera pengintai dengan konsiderasi terluka parah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun sempat marah besar dengan para pemburu satwa liar di Gunung Sanggabuana tersebut. Bahkan sosok yang akrab disapa KDM ini akan mempidanakan para pemburu liar itu.

Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat

Namun nasib satwa tersebut sejak terekam kamera terakhir itu, tak lagi bisa terpantau. Karenanya kuat dugaan jika macan tutul itu sudah tidak bertahan hidup alias mati.

Namun demikian hingga kini sejumlah pihak masih melakukan pencarian. Seperti yang dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari berbagai macam unsur lembaga.

Ton gabungan itu terdiri dari anggota TNI AD dan Sanggabuana Wildlife Ranger di bawah Sanggabuana Conservation Foundation (SCF). Selain itu ada dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.

Tim gabungan tersebut sampai sekarang masih melakukan upaya pencarian. Titik lokasinya di sekitar terakhir macan tutul tersebut terdeteksi oleh kamera pengintai.

Bernard T Wahyu Wiryanta, koordinator tim gabungan, mengatakan tetap melakukan pencarian, meskipun dugaan kematian menguat. Baginya, temuan bangkai satwa sangat penting.

Menurutnya, bangkai itu sangat diperlukan untuk dilakukan nekropsi. Tujuannya untuk mengetahui penyebab pasti kematian dan sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami menduga besar SP 08 sudah mati. Namun pencarian tetap kami lakukan agar bisa dilakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematiannya dan menjadi dasar penyelidikan penyidik,” ujarnya.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Dijelaskannya, tak mudah mencari keberadaan sosok SP 08, baik sudah menjadi bangkai atau masih hidup. Banyak kendala yang dihadapi oleh tim gabungan. Di antaranya curah hujan tinggi, angin kencang, serta kabut tebal.

Jika tidak menjadi bangkai di dalam hutan, tim gabung juga mencurigai jika macan tutul tersebut sudah dibawa kabur oleh pemburu liar. Macan itu telah dibawa keluar dari hutan di kawasan Sanggabuana.

0 Komentar