RADARCIREBON.ID – Banyak cara dilakukan untik mendekatkan MBG kepada siswa, biasanya mengenalkan dengan tokoh tokoh kartun seperti Captain Amerika, Ultraman dan lain-lain.
Cara unik ini, ditempuh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon saat membagikan makan bergizi gratis (MBG) kepada siswa SDN Rajawali.
Para petugas SPPG Larangan Harjamukti, menggunakan pakaian adat khas Cirebon, khususnya peci khas dari Kampung Benda Kelurahan Argasunya.
Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way
Siswa tampak antusias menyambut kedatangan Mobil MBG dan melihat langsung petugas MBG mengenakan baju adat khas Cirebon.
Kepala SPPG Larangan Harjamukti, Dean Saputra menjelaskan, kehadiran petugas pengantar MBG ke sekolah-sekolah ini sedikit berbeda, karena petugas mengenakan baju adat khas Cirebon.
Diantaranya mengenakan paci khas Kampung Benda Kelurahan Argasunya. Langkah unik ini diambil, kata Dean, sebagai bentuk dukungan terhadap operasional kembali MBG bagi siswa-siswi SDN Rajawali.
“Kami menggunakan baju adat untuk menarik perhatian dan supaya para siswa agar tetap mencintai dan mengenal kebudayaan lokal Cirebon,” tuturnya.
Selain aspek ekonomi dan kesehatan, di SPPG Larangan Harjamukti ini ingin melakukan edukasi budaya dengan cara Mengenalkan pakaian adat kepada generasi muda melalui interaksi langsung saat distribusi MBG.
“Direncanakan penggunaan baju adat ini akan dilaksanakan setiap hari Rabu, peci nya khas dari Kampung Benda,” ujarnya.
Inisiatif ini, lanjut Dean, merupakan hasil kolaborasi dan kreativitas dari pihak yayasan serta Kepala SPPG untuk menciptakan suasana yang antusias dan tidak membosankan bagi para siswa.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon
Terdapat lima orang petugas yang berpartisipasi mengenakan baju adat, terdiri dari bagian aslap (asisten lapangan) dan tim distribusi.
Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan Iket Kepala khas Benda Argasunya, yang menjadi identitas kuat budaya lokal dalam kegiatan tersebut.
Dean berharap dengan adanya sentuhan budaya ini, program MBG tidak hanya memberikan manfaat gizi, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur di kalangan siswa sekolah dasar.
Stephen Pratama Yudana siswa kelas VI SDN Rajawali mengaku sangat senang dengan adanya program ini. Sambil menikmati sajian yang terdiri dari nasi, ayam goreng, sayuran, dan susu, Stephen tampak lahap menyantap hidahannya.
