“Di gedung tersebut, tempat Sutan Syahrir bersama delegasi lain beristirahat dan merumuskan poin-poin kesepakatan perjanjian. Di gedung itu juga, tempat para wartawan dari berbagai negara menyusun naskah liputannya untuk dikabarkan ke dunia internasional,” ujar Sukardi.
Namun demikian, Sukardi mengaku tak mempunyai catatan sejarah tentang keberadaan bangunan tua tersebut, dan kaitannya dengan Sutan Syahrir. Termasuk apa saja yang dilakukan para delegasi Indonesia di sana.
“Karena keberadaan para delegasi ini hanya selama perundingan Linggarjati berlangsung. Setelah itu, bangunan kembali difungsikan sebagai kantor CPM dan gudang amunisi,” papar Sukardi.
