“Dana BOS diprioritaskan untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga tidak mencukupi untuk perbaikan kerusakan berat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan fisik sekolah memerlukan proses bertahap, mulai dari sinkronisasi data, verifikasi lapangan, hingga penetapan anggaran di tingkat kementerian.
Kondisi ratusan sekolah rusak ini tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Karena itu, percepatan penanganan dinilai mendesak.
Baca Juga:Atlet Berprestasi Kuningan Diganjar Apresiasi, Komitmen Bangun Masa Depan Olahraga DaerahPersib vs Dewa United: Bojan Hodak Puji Kualitas Lawan yang Sangat Bagus
Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat melalui Banpres maupun program lainnya segera terealisasi agar perbaikan infrastruktur pendidikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (bae)
