KUNINGAN – Kabupaten Kuningan menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia olahraga dengan memberikan apresiasi kepada para atlet berprestasi. Kegiatan yang digelar di Saung Karuhun 2, Minggu (19/4/2026), menjadi bukti nyata dukungan daerah terhadap para pejuang prestasi.
Penghargaan tersebut diberikan kepada atlet peraih medali ajang POPDA Jawa Barat 2025, sekaligus penyaluran bantuan berupa perlengkapan olahraga, suplemen, hingga sepatu bagi atlet dan organisasi olahraga.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Asep Budi Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bentuk perhatian pemerintah dalam mendorong kemajuan olahraga masyarakat.
Baca Juga:Persib vs Dewa United: Bojan Hodak Puji Kualitas Lawan yang Sangat BagusNama Dicatut, Pegawai Honorer ‘Mendadak’ Jadi Pemilik Ferrari Rp4,2 Miliar
“Ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi atlet untuk terus berprestasi, sekaligus menumbuhkan budaya olahraga di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, mengingatkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap medali, terdapat latihan panjang, disiplin, dan pengorbanan.
“Tidak ada yang instan. Semua diraih dengan kerja keras dan ketekunan,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati Dian mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah masih menjadi tantangan dalam memberikan dukungan maksimal bagi dunia olahraga.
Meski demikian, ia memastikan perhatian terhadap atlet dan cabang olahraga akan terus ditingkatkan seiring dengan membaiknya kondisi keuangan daerah.
Fenomena berpindahnya atlet berprestasi ke daerah lain turut menjadi sorotan. Kurangnya jaminan masa depan kerap menjadi alasan utama.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Kuningan berupaya menghadirkan kebijakan afirmatif, termasuk membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk mendapatkan perhatian khusus, seperti kesempatan bekerja di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Baca Juga:15 Hektare Sawah di Darma Diserang Hama Tikus, Pemda Turun TanganPemkab Majalengka Mulai Menata Kabel Udara, Bupati Eman Dorong Kota Lebih Rapi
“Jangan sampai atlet kita justru berprestasi untuk daerah lain. Mereka harus kita jaga,” tegas Bupati Dian.
Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Edward T Panjaitan, menekankan pentingnya membangun budaya olahraga sejak dini. Menurutnya, kebiasaan hidup aktif menjadi fondasi lahirnya atlet berprestasi.
Ia mengimbau masyarakat untuk rutin berolahraga setidaknya tiga kali dalam seminggu dengan durasi minimal satu jam.
Kementerian Pemuda dan Olahraga juga terus mendorong program Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) sebagai upaya menciptakan masyarakat sehat sekaligus menjaring bibit atlet potensial.
