RADARCIREBON.ID – Struktur industri di Kabupaten Cirebon masih didominasi sektor berbasis pertanian.
Namun, sejumlah sektor unggulan seperti industri garam, tekstil, dan kerajinan rotan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi baru.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno menegaskan, sektor industri dan perdagangan harus mulai diposisikan sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Baca Juga:OC Strategy Bangun Komunitas Trader di Cirebon Hasil Muscab, 4 Calon Ketua PKB Cirebon Berebut Restu Cak Imin
Menurutnya, pengembangan industri tidak boleh dilakukan secara sporadis, melainkan harus dirancang secara terarah dan berkelanjutan.
“Penguatan sektor industri harus dimulai dari penataan kawasan yang jelas hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha. Ini penting agar mereka mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif,” ujar Cakra, Senin (20/4).
Ia mengingatkan, tanpa perencanaan yang matang, potensi besar yang dimiliki daerah berisiko stagnan dan sulit berkembang secara maksimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon, Suhartono mengakui, dominasi sektor pertanian masih cukup kuat dalam struktur industri daerah.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya mendorong sektor lain agar tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar.
Menurut Suhartono, berbagai program telah dijalankan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Program tersebut meliputi pelatihan, pendampingan, hingga pembukaan akses promosi ke pasar yang lebih luas.
Baca Juga:Tenaga Honorer Masih Ada di Kabupaten Cirebon, Dominan di Sektor PendidikanSering Bermasalah, DPKPP Cirebon Siapkan Sistem Baru Serah Terima Aset Perumahan
“Kami mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, tidak hanya untuk memenuhi pasar lokal, tetapi juga agar mampu menembus pasar yang lebih luas melalui pameran dan berbagai kegiatan promosi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suhartono menekankan penguatan ekonomi masyarakat dilakukan secara bertahap dengan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha kecil agar dapat berkembang dan naik kelas.
“Harapannya, pelaku usaha yang sebelumnya berpenghasilan terbatas bisa tumbuh dan meningkatkan pendapatan secara signifikan melalui pembinaan berkelanjutan,” pungkasnya. (sam)
