RADARCIREBON.ID – Perayaan Hari Kartini di SMAN 4 Kota Cirebon berbeda dari biasanya. Tidak ada acara seremonial. Yang ada adalah unjuk kemampuan para siswi.
Sejumlah kegiatan dilaksanakan. Mulai dari lomba duta kelas, paduan suara, hingga desain poster dan pameran karya, semuanya memberi ruang bagi siswi untuk tampil dan bersuara.
Di sudut halaman, beberapa siswi tampak sibuk merapikan karya yang dipamerkan. Ada yang menjelaskan ide kreatifnya, ada pula yang berdiri di depan karya dengan wajah penuh bangga.
Baca Juga:YouTube Sudah, Roblox Belum, Komdigi Minta Platform Patuhi PP TunasAlhamdulillah, Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
Sementara di panggung utama, peserta lomba menyanyi duet saling beradu kemampuan, disambut sorak teman-teman mereka.
Kepala SMA Negeri 4 Kota Cirebon, H Nono Sudarsono, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata bagaimana sekolah memberi ruang bagi siswa untuk berkembang, khususnya pelajar perempuan.
“Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah wadah bagi mereka untuk menunjukkan potensi. Kami ingin menegaskan bahwa siswi memiliki kemampuan besar dan bisa tampil di berbagai bidang,” ujarnya.
Menurutnya, semangat yang diusung tidak lepas dari inspirasi RA Kartini, tokoh emansipasi perempuan yang pemikirannya masih relevan hingga kini.
“Semangat Kartini harus terus ditanamkan. Perempuan tidak terbatas, mereka bisa memiliki cita-cita tinggi dan berkontribusi untuk bangsa,” katanya.
Bagi para siswi, momentum ini bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah pengalaman berharga untuk berani tampil, berpendapat, dan percaya pada kemampuan diri.
Fatma, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, mengatakan antusiasme siswa sangat tinggi. Seluruh 24 kelas ikut ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang digelar.
Baca Juga:JP Morgan: Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi ke-2 di DuniaPemprov Jabar – Kota Bandung Kompak Tata Gedung Sate dan Monumen Perjuangan
“Kami ingin semua siswa terlibat. Bahkan kegiatan ini kami buat tanpa biaya agar semua punya kesempatan yang sama,” jelasnya.
Ia menambahkan, lomba duta kelas menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Proses seleksi dilakukan melalui video yang menampilkan kreativitas masing-masing peserta, sebelum akhirnya dipilih 10 finalis terbaik untuk tampil langsung.
Di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan yang lebih dalam: perempuan muda harus berani melangkah, berkarya, dan mengambil peran.
Seperti semangat yang pernah dituliskan Kartini dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, para siswi di SMA Negeri 4 Kota Cirebon hari itu seakan membuktikan bahwa cahaya itu masih terus menyala—di ruang kelas, di panggung sekolah, dan di mimpi-mimpi mereka tentang masa depan.
