SPAL di Desa Jatibarang Baru Dinormalisasi, Ini Alasannya

spal jatibarang baru indramayu
NORMALISASI: Warga Desa Jatibarang Baru melakukan normalisasi SPAL sepanjang 700 meter dari Gang Pendowo hingga Pos PJR. FOTO: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Warga Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu kembali melakukan normalisasi saluran pembuangan air limbah (SPAL) sepanjang kurang lebih 700 meter, Rabu, 22, April 2026.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi saluran, dimulai dari Gang Pendowo hingga Pos PJR.

Warga tampak antusias bergotong royong. Mereka bahu-membahu membersihkan saluran yang dipenuhi lumpur dan sampah.

Baca Juga:YouTube Sudah, Roblox Belum, Komdigi Minta Platform Patuhi PP TunasAlhamdulillah, Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

Lumpur yang mengendap diangkat secara manual, dimasukkan ke dalam gerobak, lalu diangkut ke lokasi pembuangan yang telah disediakan.

Kuwu Jatibarang Baru, Abdul Fitri menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya. Normalisasi SPAL ini dilakukan setelah warga bersama pemerintah desa menyelesaikan kegiatan serupa di Sungai Sojar, Jatibarang Baru.

“Ini merupakan kelanjutan dari program aspirasi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bu Hajah Ratnawati. Yakni, melalui kegiatan padat karya normalisasi yang sebelumnya dilaksanakan di Sungai Sojar,” ujar Abdul.

Menurutnya, program padat karya yang melibatkan puluhan warga ini tidak hanya bertujuan membersihkan saluran dari endapan tanah dan sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi upaya peremajaan SPAL agar mampu berfungsi optimal, terutama dalam memperlancar aliran air saat musim hujan.

Abdul menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Khususnya saluran pembuangan air di area permukiman. Ia berharap kesadaran warga semakin meningkat untuk merawat saluran air secara mandiri.

Baca Juga:JP Morgan: Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi ke-2 di DuniaPemprov Jabar – Kota Bandung Kompak Tata Gedung Sate dan Monumen Perjuangan

“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi yang menjaga kenyamanan lingkungan. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai tumbuh rasa memiliki dari warga untuk menjaga kebersihan, terutama agar saluran air tidak mengalami pendangkalan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga, Junedi, mengaku mendukung penuh kegiatan yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat.

Ia menilai kekompakan warga menjadi kunci dalam membangun lingkungan yang lebih baik, terutama dalam mengatasi persoalan drainase.

“Dengan kerja sama seperti ini, kami berharap saluran air bisa kembali berfungsi normal dan terhindar dari genangan saat curah hujan tinggi. Kami juga berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan setiap tahun untuk pemeliharaan saluran utama,” ujarnya.

0 Komentar