Pendamping kegiatan, Drs. Akhmad, menambahkan bahwa konsep disertasi dirancang untuk melatih siswa menyusun karya ilmiah berbasis persoalan nyata di masyarakat. “Anak-anak bukan sekadar jalan-jalan. Mereka harus mampu menerapkan ilmu yang dipelajari di sekolah untuk memecahkan masalah melalui karya ilmiah,” ujarnya. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum siswa memasuki dunia perguruan tinggi. Nantinya karya ilmiah terbaik akan diikutsertakan dalam lomba tingkat nasional. “Kami ingin siswa sudah terbiasa dengan proses ilmiah sejak SMA, mulai dari penelitian hingga penyusunan karya ilmiah,” katanya. Ia menambahkan, alasan pemilihan Desa Kaduela tidak lepas dari pengalaman positif saat kegiatan serupa digelar pada 2024 lalu. “Anak-anak merasa nyaman dan aman di sini. Selain itu banyak tema penelitian yang bisa diangkat sehingga kami kembali memilih Desa Kaduela untuk kegiatan tahun ini,” pungkasnya. (Bud)
Program Disertasi SMAN 1 Gegesik di Kuningan, Ratusan Siswa Riset Langsung di Talaga Biru
