KUNINGAN – Upaya Pemkab Kuningan dalam penanganan ledakan eceng gondok di Waduk Darma mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Paguyuban Silihwangi Majakuning yang menerjunkan 50 anggotanya dari KTH Desa Penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, dalam aksi gotong royong massal bersama Bupati Kuningan, Sabtu (13/6/2026).
Partisipasi KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sekaligus keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Kuningan. Organisasi yang menaungi kelompok-kelompok tani hutan di kawasan penyangga Gunung Ciremai itu menilai persoalan eceng gondok di Waduk Darma sudah perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut., mengatakan keterlibatan pihaknya dilandasi kesadaran bahwa Waduk Darma merupakan bagian dari ekosistem yang harus dijaga bersama meskipun berada di luar kawasan hutan yang selama ini menjadi fokus kegiatan para anggota KTH. Selain itu pihaknya juga menerima undangan dari jajaran Pemkab untuk menerjunkan anggota Paguyuban.
Baca Juga:384 Calon Siswa Lolos SPMB SMAN 1 MajalengkaSejumlah SPPG Berhenti Operasi Dikarenakan Belum Terima Dana dari Pusat
“Ini merupakan ekosistem kita juga, lingkungan kita juga. Kami merasa terpanggil dan berkewajiban untuk menjaga lingkungan ini,” ujar Nandar saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, keberadaan eceng gondok yang terus berkembang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Selain mempercepat sedimentasi waduk, tumbuhan air tersebut juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekologi karena menyerap oksigen dalam jumlah besar yang dibutuhkan biota perairan.
“Dampaknya cukup besar. Selain mempercepat sedimentasi waduk, secara ekologis eceng gondok juga memengaruhi kadar oksigen di dalam air. Itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Paguyuban Silihwangi Majakuning mengerahkan sekitar 50 anggota yang berasal dari lima KTH perwakilan dari total 28 KTH yang tergabung dalam paguyuban. Kelima kelompok tersebut berasal dari Desa Cisantana, Puncak, Sagarahiang, Karangsari, dan Gunungsirah.
Tak hanya menyiapkan personel, mereka juga mendukung operasi pembersihan dengan menyediakan dua unit dump truck, satu unit kendaraan pikap, serta 300 karung untuk mengangkut eceng gondok yang berhasil diangkat dari perairan Waduk Darma.
