INDRAMAYU – Meski dikenal sebagai organisasi yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak, Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu tetap konsisten berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan seni serta budaya khas Indramayu. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Festival Budaya yang digelar secara berkeliling dari desa ke desa.
Ketua Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu, Yuyun Khoerunnisa menjelaskan, kegiatan ini rutin dilaksanakan sejak tahun 2021 sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Festival tersebut dikemas dalam rangkaian acara yang menampilkan beragam kesenian tradisional khas Indramayu. Sekaligus menghadirkan dialog interaktif bersama para pelaku seni dan budaya setempat.
“Berbagai kesenian ditampilkan di atas panggung meski dengan keterbatasan ruang, mulai dari Tari Serimpi, Tari Sintren, Tari Berokan, Tari Topeng Samba, Tari Topeng Kelana, hingga Tari Jaipong Balaganjur,” ujarnya.
Baca Juga:Arsenal Merana! Jelang Lawan Atletico Madrid, Pemain Penting Cedera ParahHasil Duel AC Milan vs Juventus, Cukup Adil Ternyata!
Festival Budaya yang digelar ini memiliki tujuan utama untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal, sekaligus menghidupkan kembali kesenian khas Indramayu agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
“Tujuan kami adalah memperkenalkan kekayaan budaya Indramayu, terutama kepada generasi muda. Para penampil pun bukan penari profesional, melainkan warga desa yang berlatih dengan sungguh-sungguh untuk bisa tampil,” jelas Yuyun.
Ia menambahkan, kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, sementara pengaruh budaya luar seperti Barat dan K-Pop justru semakin dominan.
“Kesenian lokal jangan sampai punah. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga pada generasi muda agar mereka mencintai dan memahami budaya daerahnya sendiri,” katanya. (oni)
