LONDON – Harapan Arsenal untuk meraih gelar musim ini mendapat ancaman serius setelah dua pemain kunci mereka, Kai Havertz dan Eberechi Eze, mengalami cedera dalam kemenangan atas Newcastle United di ajang Premier League, akhir pekan kemarin.
Havertz lebih dulu mengalami masalah pada menit ke-33. Ia terjatuh tanpa adanya kontak dengan pemain lawan dan langsung memegangi bagian paha atasnya. Meski sempat mendapatkan penanganan di lapangan, gelandang asal Jerman itu akhirnya harus ditarik keluar dan berjalan tertatih menuju ruang ganti didampingi tim medis.
Sebelum ditarik keluar, Havertz sempat memberikan kontribusi penting dengan mencatat assist untuk gol pembuka yang dicetak Eze pada menit kesembilan di Emirates Stadium. Perannya kemudian digantikan oleh Viktor Gyokeres.
Baca Juga:Aksi Petugas Damkar Evakuasi Biawak di Atap Rumah WargaDesa Sukamulya Siap Jadi Percontohan Desa Kedelai Tingkat Nasional
Namun, masalah tidak berhenti sampai di situ. Memasuki babak kedua, Eze yang tampil impresif justru ikut mengalami cedera. Setelah mencetak gol, ia terlihat kesakitan akibat gangguan otot dan akhirnya harus digantikan oleh Gabriel Martinelli.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan bahwa kedua pemain tersebut mengalami cedera otot dan masih akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Situasi ini menjadi kekhawatiran besar menjelang laga penting melawan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (30/4) besok.
Havertz sendiri terlihat sangat kecewa saat meninggalkan lapangan. Cedera ini menambah daftar panjang masalah fisik yang ia alami sepanjang musim, termasuk cedera lutut yang sebelumnya membuatnya absen dalam banyak pertandingan.
Di tengah kabar buruk tersebut, Arsenal sedikit mendapat angin segar dengan kembalinya Bukayo Saka ke dalam skuad setelah pulih dari cedera, meski dalam laga itu ia memulai dari bangku cadangan.
Cedera yang menimpa Havertz dan Eze menjadi tantangan besar bagi Arteta. Di saat tim sedang berupaya mengakhiri puasa gelar selama enam tahun, Arsenal kini harus mencari solusi untuk menjaga performa dengan opsi lini serang yang semakin terbatas. (mid)
