RADARCIREBON.ID – Tidak banyak masyarakat yang benar-benar memahami apa saja cakupan dari bidang Pendidikan Non Formal (PNF).
Padahal, perannya cukup luas dan menyentuh berbagai jenjang pendidikan di luar jalur formal.
Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bidang terkait, yang memaparkan bahwa PNF mencakup pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan non formal, hingga pendidikan kesetaraan.
Baca Juga:Sejarah Tercipta di Paris! Duel PSG vs Bayern Muenchen Nyaris Memecahkan Rekor Gol Terbanyak Sepanjang MasaTes Kesehatan Gratis dari Dinkes, Banyak ASN Cirebon Alami Hipertensi
Untuk pendidikan anak usia dini sendiri, masyarakat umumnya sudah cukup familiar.
Di dalamnya termasuk Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (Kober), Tempat Penitipan Anak (TPA), serta Satuan PAUD Sejenis (SPS).
Selain itu, ada juga bentuk pendidikan lain yang masih berada dalam lingkup PAUD.
Sementara itu, pada sektor pendidikan non formal, terdapat Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang menyediakan berbagai program peningkatan keterampilan.
Selain LKP, ada pula lembaga pendidikan kesetaraan seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan setara sekolah formal.
Menariknya, seluruh lembaga yang berada di bawah naungan PNF ini wajib memiliki akreditasi.
Hal ini berlaku baik untuk LKP, PKBM, maupun lembaga pendidikan anak usia dini, terutama yang bersifat formal.
Baca Juga:Pasar Sepi, PAD Pasar Palimanan MerosotEkspedisi Superqurban Rumah Zakat Sasar Pemulung di TPA Kopiluhur
Bahkan, di Kota Cirebon sendiri, seluruh lembaga tersebut kini telah mencapai akreditasi 100 persen.
“Alhamdulillah kota Cirebon itu 100% sudah terakreditasi. Kemarin terakhir yang belum terakreditasi itu 5 tapi sudah diakreditasi tahun terakhir 2025,” ujarnya.
Meski begitu, tantangan tetap ada, khususnya pada LKP.
Dari sekitar 80 LKP yang tercatat di Kota Cirebon, hanya sebagian yang masih aktif.
Kondisi ini tidak lepas dari persaingan dengan sekolah formal seperti SMK, yang kini juga menyediakan pelatihan keterampilan serupa.
Selain itu, masyarakat cenderung lebih memilih jalur pendidikan formal.
Hal ini membuat sejumlah LKP mengalami penurunan peminat, bahkan berada di kondisi yang bisa dibilang “hidup segan mati tak mau”.
Perbedaan antara LKP dan LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) juga menjadi hal penting untuk dipahami.
LKP lebih berfokus pada peningkatan keterampilan tanpa batasan usia, bahkan anak-anak pun bisa mengikuti kursus seperti bahasa Inggris.
