Dari Peringatan May Day Tahun 2026 di Cirebon, Mahasiswa Demo, Kecewa karena Anggota DPRD Lagi Dinas Luar Kota

Mahasiswa membakar ban di gerbang DPRD
DEMO: Mahasiswa membakar ban di gerbang DPRD Kota Cirebon. Di dalam Gedung, mahasiswa diterima Wakil Ketua DPRD Fitrah Malik (topi), Sekwan Siti Solecha, Kadisnaker Agus Suherman, dan Kapolres Ciko AKBP Eko Iskandar. Foto: Ade Gustiana-Seno/Radar Cirebon
0 Komentar

​Tanpa basa-basi, para mahasiswa langsung berdiri dan melakukan aksi walk out keluar dari ruang rapat Griya Syawala. Dialog yang seharusnya menjadi wadah penyaluran aspirasi ketenagakerjaan itu pun bubar seketika.

​Ditemui usai melakukan aksi boikot dialog, Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Bergerak, Sanggam, mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam terhadap kinerja para wakil rakyat di Kota Cirebon. Menurutnya, alasan Bimtek atau libur adalah bentuk pengabaian terhadap nasib buruh.

“Hari ini saya sangat kecewa. Kami datang untuk mewakili suara masyarakat, tapi mereka gagal menemui kami. Mereka tidak menghargai kami. Alasan libur atau dinas luar menunjukkan bahwa kita tidak dipedulikan,” tegas Sanggam.

Baca Juga:Sekolah Rakyat Harus Adaptif dan ProfesionalKemenag Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Sanggam menjelaskan alasan mereka meninggalkan ruangan bukan tanpa sebab. Ia menilai DPRD tidak serius membagi peran kerja. “Aspirasi kami sudah jelas tujuannya, ada bidangnya masing-masing. Kami bicara terkait hak-hak buruh yang seharusnya diakomodasi oleh Komisi III. Tapi Komisi III tidak dihadirkan, justru yang datang wakil ketua yang saya rasa tidak memiliki kapasitas teknis untuk menjawab keresahan kami terkait regulasi industri,” sesal dia.

Mahasiswa membawa beberapa poin tuntutan krusial dalam aksi May Day 2026 ini. Di antaranya adalah penuntutan penghapusan sistem kerja outsourcing yang dianggap masih mencekik buruh di Cirebon, penguatan pengawasan DPRD terhadap industri-industri lokal, hingga masalah ketidakmerataan upah minimum di wilayah Kota Cirebon.

“Karena hari ini kita datang untuk berdiskusi baik-baik tapi tidak ditanggapi dengan serius, maka hanya ada satu kata: lawan. Kami akan kembali lagi dengan massa yang lebih besar untuk menuntut hak-hak rakyat yang harus diberikan oleh anggota dewan,” pungkas Sanggam.

Meskipun diwarnai aksi bakar ban dan pemblokiran jalan, secara keseluruhan kondisi keamanan di Kota Cirebon tetap terkendali.

Kapolres AKBP Eko Iskandar menyatakan bahwa pihaknya akan tetap menjamin keamanan bagi siapapun yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum, selama dilakukan dengan cara yang santun dan tidak anarkis.

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa rangkaian peringatan May Day akan berlanjut pada hari Minggu besok dengan agenda kegiatan bersama antara Pemkot Cirebon, Forkopimda, dan perwakilan serikat buruh. (*)

0 Komentar