Sekolah Rakyat Harus Adaptif dan Profesional

Sekolah Rakyat Harus Adaptif dan Profesional
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat harus adaptif dan profesional. Foto: Ist
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat harus adaptif dan profesional. Hal itu disampaikan menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu ketika membuka Pelatihan Manajemen Pembelajaran bagi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 yang dipusatkan di Bogor.

Pelatihan ini sendiri digelar untuk menyiapkan kepemimpinan dan sistem pembelajaran yang profesional dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Di hadapan 332 peserta yang terdiri atas 166 kepala Sekolah Rakyat dan 166 guru, Gus Ipul menjelaskan proses kerja dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, teknik pembelajaran harus adaptif, tidak boleh diseragamkan, serta berbasis kemampuan awal dan kebutuhan setiap siswa. Selain itu harus dibarengai dengan pembelajaran mandalam. “Setiap orang punya kemampuan sesuai ciptaan Tuhan, harus berbasis kemampuan dan kebutuhan individu, maka kita ada tes DNA Talent. Ajarkan pemahaman bukan hafalan, ajarkan menganalisis dan berpikir sendiri,” kata Gus Ipul.

Baca Juga:Sengketa Tanah Kembali Mengemuka, Saling Klaim Warga Margasari dan TNI ADSebanyak 441 Calhaj Kloter 5 Kabupaten Cirebon Resmi Dilepas, 25 April 2026 Terbang dari Kertajati

Ia menegaskan manajemen pembelajaran di Sekolah Rakyat harus terstruktur dan ditopang perencanaan yang matang. Menurutnya, 50 persen keberhasilan ditentukan oleh kualitas perencanaan yang baik. Karena itu, setiap Sekolah Rakyat harus menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, kurikulum satuan pendidikan, rencana kerja tahunan, rencana kegiatan dan anggaran sekolah, serta instrumen evaluasi yang jelas.

Masih dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengingatkan kepala sekolah agar mengelola anggaran Sekolah Rakyat secara akuntabel dan transparan. “Ingat, setiap uang yang dikeluarkan haru dipertanggungjawabkan,” tegas Gus Ipul.

Lebih lanjut, ia menekankan kepala sekolah menjadi pemimpin utama proses belajar selama 24 jam, baik saat kegiatan belajar di kelas, pembinaan di asrama, maupun pendidikan karakter. Guru berperan membentuk pola pikir siswa, sementara wali asuh mendampingi pembiasaan perilaku baik dalam keseharian.

Sementara itu, seluruh kebijakan sekolah diminta berbasis data. “Gunakan hasil asesmen siswa, tes DNA Talent, review hasil pembelajaran dan perhatikan hasil tes kesehatan siswa,” kata Gus Ipul.

Pada bagian akhir, ia mendorong Sekolah Rakyat terus mengintegrasikan literasi dan kesadaran digital melalui bahan bacaan mutakhir, modul terbaru, serta media belajar interaktif agar siswa tidak mudah bosan.

0 Komentar