Karang Taruna Desa Cieurih Dorong Optimalisasi Manfaat Pembangunan Pabrik Garmen bagi Warga Lokal

Ketua Karang Taruna Desa Cieurih, Ade Supriadi.
Ketua Karang Taruna Desa Cieurih, Ade Supriadi.
0 Komentar

KUNINGAN – Rencana pendirian pabrik garmen oleh PT Daewoon Jaya Indonesia di Desa Cieurih, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, menyulut optimisme tinggi di kalangan pemuda setempat. Organisasi kepemudaan Karang Taruna menilai proyek ini tidak hanya membawa nilai investasi semata, tetapi juga menjadi peluang strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat serta membuka akses lapangan kerja bagi penduduk sekitar.

Pada Kamis (30/04/2026), sosialisasi terkait pembangunan pabrik tersebut berlangsung di Balai Desa Cieurih mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh ratusan warga yang akan terdampak oleh keberadaan pabrik. Dalam kesempatan itu, PT Daewoon Jaya Indonesia selaku pihak pemenang tender memperkenalkan rencana pendirian pabrik di atas lahan kurang lebih 7 hektare yang terletak di Dusun Manis, Desa Cieurih.

Ketua Karang Taruna Desa Cieurih, Ade Supriadi, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan respons positif terhadap rencana industrialisasi tersebut. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya peran serta warga lokal—khususnya generasi muda—dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Hal ini perlu diatur agar keuntungan ekonomi dari keberadaan pabrik benar-benar dapat dinikmati oleh penduduk sekitar.

Baca Juga:Pabrik Garmen 7 Hektare Segera Berdiri di Cieurih, Warga Lokal Diprioritaskan KerjaBorneo FC Rebut Puncak Klasemen Usai Tekuk Persik Kediri, Geser Persib Bandung

“Kami ingin sosialisasi ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat Cieurih dan wilayah terdampak sebagai tahap awal dari pembangunan pabrik. Harapan kami sederhana, warga Cieurih dan masyarakat Kuningan pada umumnya bisa turut diterima sebagai tenaga kerja,” ujar Ade.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman dari kawasan industri serupa yang sudah lebih dulu beroperasi, angka penyerapan tenaga kerja lokal tergolong tinggi, bahkan bisa mencapai 500 hingga 700 orang. Oleh sebab itu, ia optimistis pabrik baru ini akan membuka peluang kerja yang lebih besar lagi, dengan proyeksi kebutuhan ratusan hingga ribuan pekerja di sektor garmen.

Ade turut mendorong adanya skema prioritas bagi tenaga kerja lokal, termasuk pembagian kebutuhan sumber daya manusia selama proses konstruksi pabrik antara tenaga ahli dan tenaga dari wawasan sekitar.

“Informasinya sekitar 50 persen tenaga ahli dan 50 persen tenaga lokal. Kami berharap warga Cieurih dapat mengisi porsi tersebut secara maksimal,” jelasnya.

0 Komentar