Tabrak Lari di Cijoho Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang Sehari

Jalan Raya Siliwangi Kuningan
UNGKAP PELAKUNYA: Kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengungkap kasus tabrak lari maut di Jalan Raya Siliwangi Kuningan yang menewaskan dua pemotor. Foto: Agus panther/radar kuningan 
0 Komentar

KUNINGAN–Gerak cepat ditunjukkan Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan dalam mengungkap kasus tabrak lari maut di Jalan Raya Siliwangi. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian, pelaku beserta kendaraannya berhasil diidentifikasi dan diamankan.

Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan Cijoho, Kecamatan Kuningan. Sepeda motor Yamaha Nmax bernomor polisi E 4854 YBP yang ditumpangi dua orang terlibat tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan yang saat itu belum diketahui identitasnya.

Akibat benturan keras, pengendara berinisial VPS (25), warga Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, serta penumpangnya AMN (29), warga Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD 45 Kuningan.

Baca Juga:Kolaborasi Damkar dan HIMPAUDI Indramayu Edukasi Bahaya Kebakaran Sejak DiniSTIKes Indramayu Wisuda 122 Lulusan, Siap Cetak Tenaga Kesehatan Kompeten

Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon melalui Kanit Gakkum IPTU Sri Martini menjelaskan, pihaknya segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam, kendaraan dan pengemudi yang terlibat berhasil kami identifikasi dan amankan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Hasil penyelidikan mengungkap kendaraan tersebut merupakan Mitsubishi Colt T120SS pick up bernomor polisi Z-8463-TF. Pengemudi berinisial W (25), warga Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, kini telah diamankan di Polres Kuningan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan diduga terjadi saat sepeda motor korban mengambil jalur kanan untuk mendahului kendaraan di depannya hingga masuk ke jalur berlawanan. Dari arah berlawanan, melaju kendaraan pick up yang tidak sempat menghindari benturan.

“Pengemudi mengaku telah berupaya menghindar dengan membanting setir ke kiri dan melakukan pengereman,” jelas IPTU Sri Martini.

Namun setelah kejadian, pengemudi tidak berhenti dan justru meninggalkan lokasi. Hal tersebut masih didalami oleh penyidik, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Polisi menegaskan, proses penyidikan masih terus berlangsung guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Masyarakat pun diimbau untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari yang rawan kecelakaan. (ags)

0 Komentar