60 Ribu Warga Nganggur, Serapan Tenaga Kerja Sektor Manufaktur Tembus 12 Ribu

peringatan May Day
MAY DAY: Bupati Cirebon Drs H Imron MAg menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan serikat pekerja dalam acara peringatan May Day yang digelar Dinas Ketenagakerjaan bersama serikat buruh di BLK Plumbon, Minggu (3/5). FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur Kabupaten Cirebon menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Tercatat sekitar 12 ribu tenaga kerja berhasil terserap, seiring mulai bergeraknya investasi di daerah tersebut.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon Novi Hendriyanto SSTP MSi menjelaskan, angka tersebut berdasarkan laporan wajib lowongan dan penempatan kerja dari perusahaan.

Baca Juga:Akibat Abaikan Aspek HukumKasus Kekerasan terhadap Perempuan di Kota Cirebon Meningkat di Tahun 2026, Penyebabnya Faktor Ekonomi

Artinya, dari sisi ketenagakerjaan yang merupakan middle di dalam hilirisasi industri serapan ini meskipun belum menjadi barometer, tapi menjadi salah satu indikator bahwa investasi di Kabupaten Cirebon ini bergerak.

“Capaian ini memang belum bisa dijadikan barometer utama, namun menjadi indikator bahwa geliat investasi mulai terasa,” ujar Novi usai memperingati May Day di BLK Plumbon, Minggu (3/5/2026).

Jika dibandingkan dengan daerah industri besar seperti Bekasi dan Karawang, menurut Novi, memang masih jauh. Tapi setidaknya ada pergerakan positif dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Cirebon turun menjadi 6,42 persen.

Angka ini menjadi salah satu yang terbaik di wilayah Ciayumajakuning, bersama Kabupaten Majalengka, yang sama-sama mencatat tren penurunan.

“Dari data BPS, masih terdapat lebih dari 80 ribu angkatan kerja yang belum terserap. Setelah dikurangi penyerapan sekitar 26 ribu tenaga kerja, masih ada sekitar 60 ribu warga yang membutuhkan pekerjaan,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Novi, tantangan ketenagakerjaan masih cukup besar yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, bukan hanya Disnaker.

Baca Juga:Momentum Penguatan Tata Kelola dan Kesiapsiagaan SosialProtes Minimarket Baru, Lokasi Dekat Pasar Gunungsari, Pedagang Taksir Jumlah Tembus 200 Unit pada 2026

“Perlu kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, pengusaha, hingga serikat pekerja,” tegas Novi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH menegaskan, peringatan May Day menjadi momentum penting untuk mengapresiasi kontribusi buruh dalam pembangunan.

Namun, ia mengakui masih banyak persoalan yang harus diselesaikan, terutama terkait perlindungan dan kesejahteraan pekerja.

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, pengusaha, pekerja, dan unsur Forkopimda untuk menjaga kondusivitas daerah agar tetap aman dan nyaman,” katanya.

0 Komentar