Sepanjang hidupnya, kata Noupel, Surya Pranata dikenal tidak pandang bulu dalam membantu sesama. Ia sering kali turun tangan langsung ketika melihat adanya ketidakadilan di masyarakat. Perjuangannya pun mencakup spektrum yang luas, mulai dari isu sosial hingga kebijakan publik.
Salah satu aksi nyata yang diingat masyarakat adalah peran pionirnya dalam menyuarakan aspirasi terkait kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sempat menjadi kontroversi beberapa waktu lalu. “Perjalanan hidup beliau selalu dihiasi dengan menyuarakan aspirasi masyarakat, tidak hanya dari satu kelompok tertentu saja, tetapi secara umum,” tambahnya.
Kini, sosok yang dikenal berani dan memiliki ketulusan hati itu telah tiada. Teman-teman seperjuangannya dalam gerakan Penolak Kenaikan PBB 2024 Kota Cirebon merasa kehilangan sosok mentor dan sahabat. Dalam ajaran Buddha yang dianutnya, kehidupan dipandang sebagai ketidakkekalan. Sabbe Sankhara Anicca, segala sesuatu yang terbentuk adalah tidak kekal.
Baca Juga:Lagi, Mahasiswa Tanyakan Kejelasan Penanganan Dugaan Skandal Cinta HSGDilantik Jadi Sekda Kota Cirebon, Iing Daiman Fokus Penguatan Internal
Semangat perjuangan Surya Pranata kini menjadi warisan bagi para aktivis dan masyarakat Cirebon dalam mengawal kebijakan publik. Meski raganya telah beristirahat dalam kedamaian, tuntutan atas transparansi dan keadilan pajak yang ia gaungkan tetap menggema di koridor-koridor pemerintahan Kota Cirebon. Selamat jalan, pejuang keadilan. (*)
