Rotan dan Tekstil Jadi Penopang Ekspor, Tembus USD 432 Juta, Industri Lokal Masih Kuat

Industri rotan
TREN POSITIF: Industri rotan dan furnitur menjadi komoditas unggulan dalam menopang ekspor daerah. Tampak pekerja di salah satu perusahaan rotan di Kabupaten Cirebon sedang melakukan proses finishing, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Kinerja ekspor di Kabupaten Cirebon menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir.

Meski pertumbuhannya mulai melandai, sektor industri pengolahan di daerah ini dinilai tetap tangguh di tengah tekanan ekonomi global.

Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat, nilai ekspor pada 2023 mencapai USD 354,59 juta.

Baca Juga:Baznas Salurkan Bantuan Rp160 Juta kepada 1.143 Penerima Manfaat15 Warung Remang-remang di Dukuh Semar Cirebon Dibongkar

Angka tersebut meningkat signifikan pada 2024 menjadi USD 423,89 juta. Pada 2025, ekspor masih tumbuh meski lebih moderat, yakni menjadi USD 432,05 juta.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Suhartono SSos MMmenyebut, tren tersebut sebagai indikator stabilnya kinerja industri daerah. “Selama tiga tahun terakhir, trennya terus menguat,” ujarnya.

Komoditas unggulan yang menopang ekspor masih didominasi sektor rotan dan furnitur. Pada 2023, ekspor sektor ini tercatat sebesar USD 102,79 juta, kemudian melonjak menjadi USD 156,97 juta pada 2024. Meski mengalami penurunan pada 2025 menjadi USD 126,84 juta, kontribusinya tetap signifikan.

Selain itu, sektor tekstil juga menunjukkan performa positif. Nilai ekspornya meningkat dari USD 63,15 juta pada 2023 menjadi USD 93,22 juta di 2024, dan kembali naik tipis menjadi USD 93,59 juta pada 2025.

Namun demikian, masih terdapat tantangan yang dihadapi, terutama ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Industri rotan, misalnya, masih membutuhkan bahan finishing seperti pernis berbasis minyak bumi dari luar negeri. “Pengaruhnya ada, tetapi tidak terlalu signifikan terhadap kinerja ekspor,” kata Suhartono.

Di sisi lain, jumlah pelaku usaha, baik industri kecil menengah (IKM) maupun industri besar, terus bertambah. Hal ini berdampak pada peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk.

Baca Juga:Wawali Fasilitasi Pedagang Bunga Akses PembiayaanTekan KLB! Dinkes Cirebon Genjot Imunisasi Campak untuk 12 Ribu Balita di 7 Kecamatan

“Kami optimistis, dengan terus mendorong efisiensi dan inovasi, tren ekspor Kabupaten Cirebon akan tetap terjaga dan mampu menembus pasar global,” pungkasnya. (den)

0 Komentar