Sapi Kurban Prabowo Hadir di Kabupaten Cirebon, Pakannya Istimewa, Dirawat sejak Masih Remaja

Sapi Kurban Prabowo Hadir di Kabupaten Cirebon
UNTUK KURBAN: Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Distan Kabupaten Cirebon, Herman Syaiful Bahri SPT saat menunjukkan sapi bantuan Presiden di Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun. Foto: Samsul Huda/Radar Cirebon 
0 Komentar

Denny menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari antemortem hingga postmortem. Hewan yang dinyatakan sehat nantinya akan memperoleh Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK) sebagai bukti resmi kelayakan.

Hingga saat ini, sekitar 500 hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Distan menargetkan sedikitnya 5.000 ekor hewan kurban dapat diperiksa hingga menjelang Hari Raya Idul Adha. “Kalau target biasanya sekitar 5.000 ekor, tetapi tahun lalu realisasinya bahkan mencapai 16 ribu ekor,” ungkapnya.

Menurutnya, pola kedatangan hewan kurban cukup beragam. Ada pedagang yang mendatangkan hewan satu bulan sebelum Iduladha, bahkan ada yang menyetok hingga enam bulan sebelumnya. Untuk hewan yang datang lebih awal, Distan akan memberikan vaksin sebagai langkah pencegahan penyakit.

Baca Juga:Kementerian Agama (Kemenag) Membuka Jalur Strategis, Santri Bisa Kuliah S1-S2 Lebih SingkatWawali Cirebon Merasa Dipinggirkan, Tak Dilibatkan Dalam Perekrutan Dewas dan Direksi BUMD

“Namun, hewan yang baru datang harus dipisahkan terlebih dahulu dengan hewan lama untuk memastikan kondisinya benar-benar sehat. Vaksinasi baru dilakukan sekitar dua minggu setelah pemeriksaan awal,” ucapnya.

Sedangkan untuk hewan yang baru datang mendekati Idul Adha, petugas lebih memilih memberikan suntik sehat dibanding vaksinasi. Langkah itu dilakukan karena sebagian pedagang enggan hewannya divaksin saat mendekati waktu penjualan.

Ia juga mengaku terus mewaspadai potensi penyakit mulut dan kuku (PMK). Hewan yang menunjukkan gejala seperti hidung berlendir, luka pada lidah, atau koreng di kaki akan langsung mendapat penanganan dan pengobatan.

“Kalau ada gejala PMK langsung diobati, bukan divaksin lagi. Pengobatan juga dihentikan seminggu sebelum Iduladha agar tidak ada residu pada daging kurban,” pungkasnya. (*)

0 Komentar