INDRAMAYU – Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu mengapresiasi peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. Kenaikan tersebut merupakan hasil penerapan sistem swakelola parkir di dua pasar daerah, yakni Pasar Jatibarang dan Pasar Karangampel.
Anggota Komisi III DPRD Indramayu, H Nico Antonio ST menyatakan, kebijakan swakelola yang diterapkan pemerintah daerah, terbukti efektif dalam mendongkrak penerimaan daerah sekaligus membenahi tata kelola parkir.
“Kami melihat adanya peningkatan PAD yang cukup signifikan dari swakelola parkir di Pasar Jatibarang dan Karangampel. Ini layak diapresiasi karena menunjukkan pengelolaan mandiri mampu memberikan hasil nyata bagi daerah,” ujar Nico, belum lama ini.
Baca Juga:Bupati Lucky Hakim Lantik Ahmad Syadali sebagai Pj Sekda IndramayuPangkalan TNI AL Dukung Program Kedelai, Koperasi BBS Dorong Ketahanan Pangan Bersama Petani Sukamulya
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip transparansi dan efisiensi. Melalui sistem swakelola, potensi kebocoran dapat ditekan, sementara layanan parkir menjadi lebih tertata.
Komisi III DPRD Indramayu juga mendorong agar sistem ini diperluas ke pasar-pasar lainnya guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Jika diterapkan di lebih banyak lokasi, kontribusi PAD tentu akan semakin besar. Kami berharap pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar pelaksanaannya tetap optimal,” tambahnya.
Lebih lanjut Nico menyebut, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap 12 pasar lain yang belum melaporkan perkembangan pengelolaan parkir. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan swakelola oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagin) telah sesuai dengan regulasi yang berlaku, baik Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup).
“Silahkan Diskopdagin mengelola sesuai aturan. Jika dalam satu tahun terbukti mampu meningkatkan PAD secara signifikan, ke depan tidak menutup kemungkinan kembali dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Karena itu, swakelola ini juga menjadi bahan kajian kami,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Indramayu, Suhendri SH menegaskan, capaian PAD dari sistem swakelola jauh lebih baik dibandingkan saat pengelolaan dilakukan oleh pihak ketiga. “Dulu, saat dikelola pihak ketiga, 13 pasar hanya menyumbang sekitar Rp900 juta per tahun. Sekarang, dari dua pasar saja sudah terlihat peningkatan yang signifikan,” ungkapnya.
