INDRAMAYU – Kepedulian terhadap lingkungan kini semakin diwujudkan dalam aksi nyata oleh para kader Partai NasDem di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Mereka menghadirkan sebuah inovasi sederhana namun berdampak besar. Yakni, mengolah sampah plastik menjadi batako yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi.
Inisiatif ini berawal dari keresahan terhadap meningkatnya volume sampah di lingkungan sekitar. Sampah plastik yang sulit terurai menjadi perhatian utama. Dengan semangat gotong royong, para kader mulai mengumpulkan limbah plastik dari berbagai titik di sekitar wilayah. Sampah tersebut kemudian dibakar hingga meleleh, lalu dicampur dengan pasir dan oli bekas motor sebelum dituangkan ke dalam cetakan batako.
Meskipun menggunakan peralatan sederhana, proses ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Para kader secara konsisten melakukan kegiatan ini setiap akhir pekan. Dalam satu periode kegiatan, mereka mampu mengolah ratusan kilogram sampah plastik dan menghasilkan puluhan batako yang siap digunakan.
Baca Juga:Satbinmas Polres Indramayu Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali SatkamlingDamkar Indramayu Bersama TNI Jalin Kerja Sama, Ada Apa?
Wakil Ketua OK DPD NasDem Kabupaten Indramayu, Wahidin MH memberikan apresiasi atas langkah kreatif tersebut. Ia menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Ketua DPD NasDem Indramayu Lucky Hakim yang mendorong kader untuk aktif membersihkan lingkungan masing-masing. Menurutnya, aksi ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah dari limbah yang sebelumnya tidak berguna.
“Kegiatan ini selaras dengan program pemerintah daerah dalam upaya penanganan sampah secara bersama-sama,” ungkap Wahidin saat meninjau langsung proses pembuatan batako.
Ketua DPC NasDem Krangkeng, Danalih menjelaskan, ide ini muncul secara spontan dari kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah. Daripada hanya dibakar tanpa manfaat, muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Meski prosesnya masih manual dan memerlukan waktu cukup lama, semangat para kader tidak surut.
“Kami melakukannya setiap hari Sabtu, sekalian menjadi ajang berkumpul dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan lingkungan, program ini juga memiliki nilai sosial yang kuat. Selain mempererat hubungan antar kader, kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang kreatif dan produktif. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan mulai melihat sampah bukan hanya sebagai masalah, tetapi juga sebagai peluang.
