Fatimah: Diamnya Saya Disalahartikan, Bantah Soal Dugaan Skandal Cinta dengan HSG

Bantah Soal Dugaan Skandal Cinta dengan HSG
PENJELASAN: Fatimah Azzahra ditemani ibu kandung dan kuasa hukumnya (kanan) memberikan keterangan kepada media, Minggu (10/5/2026). Ia menegaskan memberanikan diri untuk bicara karena sikap diamnya selama ini disalahartikan banyak pihak. Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Fatimah Azzahra akhirnya muncul di ruang publik setelah hampir tiga pekan diterpa isu dugaan hubungan cinta dengan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Harry Saputra Gani atau HSG. Ibu dari tiga anak ini membantah berbagai berita yang dialamatkan kepadanya.

Didampingi ibu kandungnya Fera Safera dan kuasa hukum Hetta Mahendrati Latumeten serta Lutfi Adam Zakaria, Minggu (10/5/2026), Fatimah menegaskan ia memberanikan diri untuk menyampaikan kepada publik bahwa selama ini ia memilih diam untuk anak anaknya.

Ya, Fatimah mengaku selama ini memilih diam demi menjaga kondisi mental anak-anaknya. Namun, ia menilai sikap diam tersebut justru disalahartikan oleh banyak pihak. Sebab itu, ia kini memberanikan diri untuk bicara.

Baca Juga:Status Tenaga Honorer Guru Terancam Dihapus, Kadisdik Minta Guru Honorer Tak PanikJaga Kondisi Fisik Jelang Puncak Haji, Jamaah Gelombang Dua Harus Kenakan Ihram-Sandal sejak dari Embarkasi

“Hari ini saya memutuskan untuk berdiri di sini dan berbicara. Bukan karena saya menginginkan kegaduhan, tapi karena saya diam selama ini ternyata disalahartikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama hampir 10 tahun menjalani rumah tangga dengan Satria Robi Saputra (Kuwu Kedungjaya), dirinya telah cukup bersabar menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, diam bukan berarti lemah ataupun membenarkan berbagai narasi yang berkembang di luar.

Namun, kembali ia menegaskan, itu ia lakukan untuk menjaga mental anak-anaknya. “Fokus utama saya saat ini adalah masa depan dan mental anak-anak saya yang lumayan terganggu dengan adanya tragedi ini. Mereka tidak butuh drama atau narasi palsu, mereka butuh ketenangan,” katanya.

Fatimah juga berharap, proses hukum yang tengah berjalan dapat berlangsung secara adil tanpa adanya pembunuhan karakter terhadap dirinya maupun keluarganya.

Fatimah mengaku menikah dengan Robi sejak tahun 2016. Terkait persoalan rumah tangganya, ia juga mengungkapkan bahwa proses di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Cirebon telah selesai dan dirinya tidak ingin kembali membuka polemik lama. “Saya sudah klir di Pengadilan Agama dan kami tak mau lagi membahas hal itu,” tegasnya.

Masih kepada awak media, Fatima juga mengaku sudah menghubungi Robi hingga berkali-kali untuk berbicara secara baik-baik. Sayangnya, upaya itu tidak membuahkan hasil. Justru nomor ponselnya diblokir dan hingga saat ini tidak berkomunikasi lagi dengan Robi.

0 Komentar