Ratusan Siswa SMP Nurul Halim Widasari Teken Pakta Integritas, Komitmen Jaga Ketertiban Umum

SMP Nurul Halim Widasari
KOMITMEN: Pihak sekolah bersama para siswa SMP Nurul Halim Widasari menunjukkan pakta integritas yang telah disepakati untuk menjaga ketertiban umum dan masyarakat, belum lama ini. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Sebagai upaya menjaga ketertiban umum dan mencegah kenakalan remaja, sebanyak 132 siswa kelas IX SMP Nurul Halim Widasari menandatangani pakta integritas, belum lama ini. Hal tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan ujian akhir, Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ), hingga masa tenang sampai kegiatan pelepasan siswa.

Melalui pakta integritas, siswa-siswi berkomitmen mengikuti ujian tulis maupun praktik dengan baik, serta tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum maupun merugikan masyarakat. Beberapa poin yang disepakati di antaranya tidak terlibat tawuran, tidak mengonsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang, tidak mencorat-coret baju atau fasilitas umum, serta tidak bergabung dengan geng motor.

Selain itu, para siswa juga berjanji menjaga nama baik sekolah dan keluarga agar tidak sampai berurusan dengan pihak berwajib. Dalam pakta integritas tersebut ditegaskan, siswa yang melanggar akan menerima konsekuensi sesuai aturan sekolah.

Baca Juga:Indramayu Jadi Panggung KopiBawaslu Indramayu Siapkan Kolaborasi Literasi Demokrasi

Apabila pelanggaran dilakukan sebelum kelulusan, siswa dapat dinyatakan tidak lulus. Sementara jika pelanggaran dilakukan setelah dinyatakan lulus, siswa bisa tidak diikutsertakan dalam kegiatan pelepasan atau penangguhan ijazah. Penandatanganan pakta integritas itu turut disaksikan jajaran Muspika Widasari.

Kepala SMP Nurul Halim Widasari, Agus Salim mengatakan, penandatanganan pakta integritas merupakan bentuk komitmen siswa dalam menjaga ketertiban umum, khususnya di wilayah Indramayu.

“Dengan adanya penandatanganan ini, para siswa, khususnya kelas IX, memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan tidak terjerumus dalam aktivitas kenakalan remaja, apalagi sampai ke ranah kriminalitas,” ujarnya.

Agus Salim menegaskan, pihak sekolah tidak akan segan memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar kesepakatan dalam pakta integritas, mulai dari penangguhan ijazah hingga tidak diluluskan.

Menurutnya, pakta integritas tersebut juga menjadi bentuk kepedulian dan kasih sayang sekolah untuk menjaga masa depan para siswa agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

“Ini bentuk rasa sayang kami untuk menjaga masa depan para siswa yang akan lulus agar tetap menjaga nama baik keluarga dan sekolah. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang memiliki masa depan cerah,” katanya.

0 Komentar