RADARCIREBON.ID – Pengumuman calon Dewan Pengawas (Dewas) dan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cirebon menuai perhatian dari kalangan pemerhati kebijakan publik hingga akademisi.
Munculnya sejumlah nama dalam daftar calon dinilai masih kental dengan unsur kedekatan politik, mulai dari tim sukses hingga afiliasi partai politik.
Pemerhati Kebijakan Publik, M Rafi SE MSi, menilai nama-nama yang muncul sebagai calon Dewas dan direksi tidak jauh dari lingkaran tim sukses.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Bangun 446 Rumah RutilahuLatar Belakang Kandidat?, Pansel Umumkan Calon Dewan Pengawas dan Direksi BUMD Kota Cirebon
Ia mencontohkan nama Iyan Rahadian Sunardi ST dan Oji Purnomosidi yang masuk sebagai calon direksi Perumda Pasar Berintan.
Menurutnya, keduanya selama ini dikenal sebagai loyalis Walikota Cirebon, Effendi Edo. “Oji dan Iyan selama ini dikenal sebagai loyalis Wali Kota Effendi Edo,” ujar Rafi kepada Radar Cirebon.
Rafi juga menyoroti munculnya nama Rusdianto sebagai calon direksi PD Pembangunan. Menurut dia, Rusdianto selama ini lebih dikenal sebagai politisi Partai Golkar dan disebut mendapat atensi langsung dari partai untuk posisi tersebut.
“Rusdianto itu atensi langsung dari Golkar pusat untuk di PD Pembangunan,” terangnya.
Ia mengaku terkejut dengan tidak lolosnya nama Erik dalam seleksi uji kelayakan dan kepatutan (UKK), padahal selama ini sosok tersebut disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat direksi di salah satu BUMD.
Selain itu, Rafi mempertanyakan proses seleksi terbuka untuk posisi Dewan Pengawas.
Menurut dia, posisi Dewas seharusnya ditunjuk langsung oleh Kuasa Pemilik Modal (KPM), bukan melalui proses seleksi sebagaimana jabatan direksi.
Baca Juga:Polisi Gagalkan Tawuran Bersenjata di KesambiSantri Al Hikmah Juara 1 Panahan Tingkat Jabar
“Khusus Dewan Pengawas mestinya ditunjuk langsung oleh KPM, bukan melalui proses seleksi terbuka,” tandasnya.
Senada, akademisi Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Dr Editya Nurdiana MSi, mengkritisi dominasi unsur tim sukses dan partai politik dalam daftar calon Dewas maupun direksi BUMD.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, khususnya Kuasa Pemilik Modal dalam hal ini walikota.
Editya mencontohkan nama Rusdianto yang maju sebagai calon direktur PD Pembangunan meski lebih dikenal sebagai politisi Partai Golkar.
