SMAN 2 Cirebon Ditunjuk Jadi Sekolah Maung, Seleksi Siswa Dipercepat, Standar Cambridge Diberlakukan

SMAN 2 Cirebon Ditunjuk Jadi Sekolah Maung
SEKOLAH MAUNG: SMAN 2 Cirebon ditetapkan sebagai Sekolah Maung atau Manusia Unggul. Kanan, Wakasek Bidang Kesiswaan Deddy Setiawan SPd mengatakan status Sekolah Maung bukan sekadar pelabelan prestisius, tapi menuntut restrukturisasi total manajemen pengelolaan siswa dan kurikulum. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Peta pendidikan menengah atas di Jawa Barat resmi berubah. Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X menunjuk SMAN 2 Cirebon sebagai pionir Sekolah Maung (Manusia Unggul). Penunjukan ini mengubah total skema penerimaan siswa baru, beban kurikulum, hingga standar kompetensi pengajar.

Langkah ini mempercepat transisi SMAN 2 Cirebon menuju institusi pendidikan berbasis internasional. Format operasional sekolah reguler dipastikan tanggal dari kampus yang berlokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo tersebut. Institusi ini kini memikul beban target tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung digulirkan lebih awal. Skema ini mendahului jalur SPMB reguler tingkat SMA di Jawa Barat. Jadwal krusial pendaftaran ditetapkan mulai tanggal 25 hingga 29 Mei 2026. Sosialisasi perdana tingkat wilayah dijadwalkan bergulir Rabu, 20 Mei 2026.

Baca Juga:Polisi Menelusuri Aman Yani, Satu Nama yang di Sebut dalam Kasus Pembunuhan di PaomanJaksa Belum Pastikan Panggil Ulang Dani Mardani, Kasi Intel: Silakan Monitor saat Sidang

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Cirebon, Deddy Setiawan SPd mengonfirmasi kesiapan instansinya. Status Sekolah Maung bukan sekadar pelabelan prestisius. Predikat tersebut menuntut restrukturisasi total manajemen pengelolaan siswa dan kurikulum.

“Setelah ada verifikasi dari pihak KCD, kami dinyatakan layak menjadi Sekolah Maung,” ujar Deddy Setiawan saat dikonfirmasi di sekolah yang berlokasi di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo tersebut.

​Langkah taktis pasca-verifikasi langsung dikebut. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah merampungkan penggodokan Petunjuk Teknis (Juknis) khusus. Rapat koordinasi dan penajaman regulasi di Bandung pada Selasa, 12 Mei 2026, menjadi landasan legalitas operasional seleksi. Kick off juknis mandiri untuk skema SPMB Maung diumumkan secara resmi ke publik per kemarin.

​Durasi pendaftaran hanya berlangsung selama empat hari efektif. Fluktuasi kalender nasional memotong waktu pelaksanaan. Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 27 Mei 2026 membuat panitia memperketat verifikasi data pendaftar. Operasional pendaftaran berjalan penuh secara daring (online) tanpa dokumen fisik di sekolah tujuan.

​Sistem pendaftaran dirancang mandiri atau melalui fasilitasi operator sekolah asal (SMP). Panitia SMAN 2 Cirebon memangkas birokrasi penyerahan berkas. Peran sekolah dikerucutkan pada fungsi validasi data nilai. Ketidaksesuaian input data langsung menggugurkan hak verifikasi calon peserta.

​Ketentuan kuota kelas mengalami rasionalisasi signifikan. SMAN 2 Cirebon menetapkan kapasitas tampung maksimal sebanyak 12 rombongan belajar (rombel). Setiap rombel dibatasi ketat hanya diisi oleh 32 siswa. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 36 siswa per rombel. Penurunan volume siswa dilakukan demi mengejar efektivitas transfer ilmu di ruang kelas berstandar internasional.

0 Komentar