Menurut Ichsan, dam merupakan bagian dari ketentuan ibadah haji yang harus dipahami dengan baik. Karena itu, jamaah diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan, tidak sekadar ikut-ikutan, serta memastikan pilihan pelaksanaan dam sesuai dengan pemahaman fikih yang diyakini.
Sementara itu, hingga hari ke-30 masa operasional, sebanyak 498 kloter dengan 192.185 jamaah dan 1.984 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Untuk kedatangan jamaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat 224 kloter dengan 85.618 jamaah dan 893 petugas telah tiba. Sementara itu, sebanyak 487 kloter dengan 188.259 jamaah dan 1.984 petugas telah berada di Makkah. Adapun jamaah haji khusus yang telah tiba di Tanah Suci tercatat sebanyak 14.513 jamaah.
Menjelang puncak haji, Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, serta fokus mempersiapkan diri menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca Juga:Fatimah, Ortu, hingga Staf Ahli HSG Diperiksa oleh BK DPRD Kota Cirebon Terkait Dugaan Skandal CintaMasih Tentang Sekolah Maung yang Dimulai Tahun Ini, Tanpa Batasan Zonasi, Seleksi Kompetensi 100%
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf memimpin kedatangan rombongan Amirulhaj gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026) sore waktu setempat.
Rombongan tiba melalui terminal kedatangan internasional sekitar pukul 17.40 Waktu Arab Saudi. Kehadiran Amirulhaj di Tanah Suci menjadi bagian dari penguatan pengawasan langsung Pemerintah Indonesia terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Setibanya di Bandara King Abdulaziz, Menhaj bersama rombongan Amirulhaj disambut jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi. Para Amirulhaj juga menyapa petugas yang bertugas di area kedatangan sebagai bentuk dukungan terhadap kerja pelayanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Menhaj menyampaikan bahwa kehadiran Amirulhaj di Arab Saudi diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Pemerintah, kata Menhaj, ingin memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan terbaik hingga kembali ke Tanah Air. “Kehadiran kami di Tanah Suci adalah untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik. Pemerintah ingin memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan lancar, aman, dan nyaman, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya. (rc)
