RADARCIREBON.ID – Batas daya tampung yang terbatas tidak menyurutkan gelombang pendaftar untuk menembus seleksi masuk SMA Negeri 9 Cirebon pada musim kelulusan tahun ini. Sekolah yang berlokasi di wilayah timur kota ini mencatat rekor lonjakan peminat setelah sebanyak 940 calon siswa resmi mengunci pilihan mereka pada peladen pendaftaran.
Angka tersebut menciptakan rasio persaingan yang timpang lantaran alokasi total kuota tampung bersih yang tersedia di sekolah setempat hanya dipatok sebanyak 420 kursi.
Tingginya antusiasme masyarakat ini terlihat dari sebaran data pada basis data panitia seleksi lokal hingga menit terakhir penutupan sistem. Akumulasi 940 pendaftar tersebut mencakup data calon siswa yang menaruh SMAN 9 Cirebon baik sebagai prioritas pilihan satu, dua, maupun pilihan tiga.
Baca Juga:Tradisi Buka Sirap Masjid Keramat Buyut Trusmi Dipadati Warga, 5.000 Porsi Nasi DibagikanRDP Pemkab Cirebon Bahas Persoalan Terkait Tenaga Honorer Hingga Belanja Pegawai Berpotensi Direlaksasi
Kondisi ini memaksa sistem komputerisasi provinsi melakukan penyaringan ketat karena jumlah peminat telah membengkak lebih dari dua kali lipat dari kapasitas riil ruang kelas yang dimiliki sekolah.
Dari total ketetapan 420 kursi yang disediakan, manajemen sekolah membaginya ke dalam dua klaster utama. Sebanyak 360 kursi dialokasikan penuh untuk pengisian jalur reguler yang terbuka bagi lulusan dari berbagai wilayah. Sementara itu, sisa 60 kursi lainnya dikunci sebagai kuota jalur domisili penyangga khusus.
Jalur afirmasi geografis ini disiapkan secara eksklusif hanya untuk mengakomodasi calon peserta didik yang bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Mundu, sebuah kawasan administratif Kabupaten Cirebon yang berbatasan langsung dengan sekolah.
Langkah penyediaan jalur penyangga ini merupakan bagian dari implementasi regulasi pemerataan akses pendidikan bagi wilayah perbatasan yang tidak memiliki fasilitas SMA negeri. Melalui kuota khusus ini, anak-anak di Kecamatan Mundu mendapatkan jaminan proteksi hukum dalam pemeringkatan jarak, tanpa harus tereliminasi oleh pendaftar dari area pusat perkotaan.
Secara operasional, lini masa SPMB tahun ini dipecah ke dalam dua tahapan seleksi yang memiliki karakteristik prasyarat berbeda. Tahap pertama difokuskan pada penyaringan berbasis rekam jejak prestasi dan penugasan khusus, yang meliputi saringan nilai rapor, prestasi kejuaraan akademik dan non-akademik, jalur mutasi tugas orang tua, serta kuota anak kandung guru.
