Sementara itu, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag menghadirkan perspektif humaniora melalui materi “Ketika AI Bertemu Sastra Arab: Apakah Rasa Bahasa Bisa Diprogram?”. Dalam pemaparannya, beliau mengulas hubungan antara teknologi AI dengan estetika sastra Arab, khususnya terkait rasa bahasa, makna kultural, dan dimensi emosional dalam karya sastra. Ia menekankan bahwa AI dapat membantu proses analisis dan produksi teks, namun sensitivitas sastra dan kedalaman makna tetap memerlukan sentuhan manusia.
Pembicara terakhir, Prof. Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag menyampaikan refleksi inspiratif bertajuk “Lulus Sastra Arab bukan Akhir, tapi Awal: Refleksi Alumni Meniti Karir”. Beliau menegaskan bahwa lulusan Bahasa dan Sastra Arab memiliki peluang karir yang luas di era global, mulai dari akademisi, diplomat, penerjemah, peneliti, hingga profesional di bidang media dan industri kreatif berbasis bahasa dan budaya Arab.
Melalui seminar internasional ini, Jurusan BSA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat memperkuat literasi digital, memperluas kolaborasi internasional, serta mendorong transformasi pembelajaran bahasa Arab yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai humanistik dan pedagogis dalam pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun ekosistem akademik global yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan zaman.
