Pedagang Desak Usut Tuntas Penyebab Kebakaran, Pasar Tegalgubug Dua Kali Terbakar dalam Sepekan

kebakaran
TINGGAL PUING: Sejumlah pedagang Pasar Tegalgubug tengah membereskan puing-puing dari lapak mereka yang terbakar, Minggu (2/8). Dalam sepekan, sudah dua kali terjadi peristiwa kebakaran di pasar sandang itu.  FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pasar Sandang Tegalgubug Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, kembali dilanda kebakaran.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam (1/8) itu, menghanguskan 45 lapak di Blok E dan satu kios di Blok H.

Kebakaran ini merupakan insiden kedua dalam kurun waktu sepekan setelah sebelumnya pada Selasa (29/7) lalu, api juga melalap Blok G.

Baca Juga:Cirebon Siap Gelar Festival Topeng Internasional 2026Kabupaten Cirebon Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Sehari setelah kejadian, Minggu (2/8), para pemilik los mulai membersihkan puing-puing bangunan yang hangus terbakar.

Sisa material kayu, genting, dan rangka bangunan yang roboh masih berserakan di lokasi.

Bersama warga, mereka bergotong royong mengumpulkan puing dan menyelamatkan material yang masih bisa dimanfaatkan.

Salah seorang pemilik los, Mariam mengaku, mengetahui peristiwa tersebut saat kobaran api sudah membesar. Ketika tiba di lokasi, api telah sulit dikendalikan karena embusan angin yang cukup kencang.

“Pas saya datang apinya sudah besar. Anginnya juga kencang, jadi cepat merembet ke kios-kios lainnya. Ya cuma bisa pasrah,” ujarnya.

Mariam menjelaskan, los yang terbakar hanya digunakan saat hari pasaran, yakni setiap Selasa, Jumat, dan Sabtu.

Los tersebut disewakan kepada pedagang dari luar daerah sehingga saat kebakaran terjadi tidak ada barang dagangan yang tersimpan di dalamnya.

Baca Juga:Cordela Hotel Cirebon Kenalkan Rasa&Co Lewat Corporate GatheringSMAN 8 Diproyeksikan Jadi Kawasan Sekolah Terintegrasi Kementerian

“Yang terbakar hanya bangunannya. Isinya memang kosong karena dipakai saat hari pasaran saja,” katanya.

Meski tidak ada barang dagangan yang ikut terbakar, peristiwa itu dipastikan mengganggu aktivitas perdagangan.

Ia memperkirakan para pedagang belum bisa kembali berjualan pada hari pasaran berikutnya karena kondisi los yang rusak.

“Kemungkinan hari Selasa belum bisa dipakai jualan. Belum tahu apakah penyewa mau memakai terpal atau harus dipindahkan ke los lain,” tuturnya.

Mariam berharap aparat kepolisian mengusut tuntas penyebab kebakaran. Menurutnya, kebakaran yang terjadi dua kali dalam waktu berdekatan membuat para pedagang merasa resah.

“Saya berharap penyebabnya benar-benar diusut. Soalnya ini sudah yang kedua kalinya dalam seminggu. Sebelumnya juga kebakaran di Blok G, sekarang terjadi lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana mengatakan, sebanyak 45 lapak di Blok E dan satu kios di Blok H hangus terbakar. Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

0 Komentar