Mata Kuliah Lapangan di Kaduela & Cibuntu, Mahasiswa IPT Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Kuningan

mahasiswa Program Magister Pariwisata Batch 34 dari Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Jakarta
Mahasiswa Program Magister Pariwisata Batch 34 dari Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Jakarta melaksanakan kegiatan riset lapangan di Desa Wisata Kaduela dan Cibuntu
0 Komentar

Ia menyebutkan bahwa beragam potensi wisata yang dimiliki Desa Kaduela, seperti Talaga Biru Cicerem, Telaga Remis, hingga Side Land Kaduela, menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti dan wisatawan.

“Alhamdulillah Kaduela sering kedatangan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia. Kami berharap hasil riset ini bisa menjadi dasar evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan mengembangkan potensi wisata yang ada,” ujarnya.

Menurut Iim, pengembangan wisata desa membutuhkan inovasi berkelanjutan meskipun sering kali dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Karena itu, masukan dari kalangan akademisi dinilai sangat penting untuk membantu pengelola desa wisata dalam menyusun arah pengembangan yang lebih tepat.

Baca Juga:Jurusan BSA UINSSC Hadirkan Akademisi Malaysia dalam Program Guest Lecturer InternasionalFGD UINSSC–ICESCO UIS Malaysia Matangkan Draft MoU Tridharma Perguruan Tinggi

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kuningan, Dading Fajarudin, menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan Institut Pariwisata Trisakti merupakan bukti nyata sinergi dalam membangun sektor pariwisata daerah.

Ia menilai kegiatan riset seperti ini sangat penting untuk memperkuat formula pembangunan pariwisata yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Setiap tahun Trisakti selalu melakukan riset di Kabupaten Kuningan. Ini menjadi bukti kemitraan yang sangat baik. Harapan kami, hasil penelitian ini bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pariwisata Kuningan hingga mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Dading.

Desa Wisata Cibuntu sendiri dikenal sebagai salah satu pionir desa wisata berbasis komunitas di Jawa Barat. Berlokasi di lereng Gunung Ciremai, desa ini telah meraih berbagai penghargaan tingkat nasional maupun internasional, seperti ADWI Desa Wisata Mandiri Inspiratif 2021, Kalpataru 2023, hingga Juara V Lomba Desa Wisata Nusantara 2024.

Meskipun demikian, Cibuntu masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari integrasi unit usaha, penguatan strategi digital, hingga tekanan ekologis di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai.

Di sisi lain, Desa Wisata Kaduela dinilai mengalami perkembangan yang sangat pesat berkat dukungan BUMDes Arya Kamuning dan sejumlah destinasi unggulan. Namun, pertumbuhan tersebut juga menuntut tata kelola lingkungan yang lebih cermat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Melalui penelitian komparatif di kedua desa wisata tersebut, mahasiswa IPT diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan dapat langsung diimplementasikan oleh pemerintah desa, pengelola wisata, BUMDes, Pokdarwis, hingga Pemerintah Kabupaten Kuningan.

0 Komentar