KBIHU Tak Patuh Langsung Ditindak, Sidak Jelang Armuzna, Ketahuan Mencoba Memonopoli Tenda Jamaah

KBIHU Tak Patuh Langsung Ditindak
LANGSUNG DICOPOT: Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mencopot identitas KBIHU dan spanduk tidak resmi di area tenda Arafah. Pihaknya menegaskan Langkah itu sebagai pengingat agar tak ada penguasaan tenda untuk kelompok tertentu. Foto: KEMENHAJ
0 Komentar

Seluruh rangkaian pengecekan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan ramah bagi jemaah lansia. “Hari ini dan beberapa hari ke depan, kami akan terus bekerja keras memastikan semua siap,” tutup Menhaj.

Sementara Menko PM Muhaimin Iskandar mengapresiasi tinggi kematangan skema pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang telah disiapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI. Pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut menyatakan optimisme tertingginya bahwa seluruh rangkaian puncak haji yang akan berlangsung pada 8-13 Zulhijah 1447 H atau 25-30 Mei 2026 mendatang dapat berjalan dengan lancar dan aman.

“Ya, saya sangat bersyukur dan meyakini sepenuhnya semua panitia pelaksanaan ibadah haji yang dikoordinasi oleh Pak Menteri (Menhaj), Amirul Hajj dan semua jajaran juga berbagai lintas sektoral yaitu KJRI dan berbagai lembaga yang terkait, bersinergi menuntaskan sebuah pelaksanaan khususnya Arafah, Muzdalifah dan Mina,” ujar Cak Imin.

Baca Juga:Kuasa Hukum Minta Jaksa Perdalam Fakta Persidangan Terkait Pinjaman ke Bank CirebonCerita Seorang Ibu yang Habis-habisan demi Bebaskan Anak dari Hukum, Sudah Bayar Rp50 Juta Tapi Masih Ditahan

Apresiasi dari Menko PM tersebut didasarkan pada sejumlah terobosan teknis yang disiapkan tahun ini. Di antaranya adalah penerapan sistem penempatan tenda jamaah haji Indonesia di Arafah yang berbasis penanda nama (by name), manajemen pengaturan transportasi, hingga jaminan kesiapan logistik konsumsi jemaah selama berada di Armuzna.

Cak Imin menilai perencanaan makro hingga mikro yang disusun sejauh ini sudah berjalan di jalur yang tepat. Walau demikian, pematangan operasional secara teknis di lapangan terus dikawal ketat menjelang pergeseran jamaah. “Kita optimis dan yakin sepenuhnya berbagai skenario secara teknis telah dipersiapkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Cak Imin yang juga bertindak sebagai Anggota Amirulhaj tahun ini mengingatkan bahwa kunci utama kesuksesan fase krusial ini berada pada kedisiplinan dan soliditas kerja sama dari seluruh elemen yang terlibat. Ia mengimbau agar koordinasi lintas sektor dari hulu ke hilir diperketat demi kenyamanan jamaah.

“Sekarang saatnya kita terus bekerjasama terutama dengan bandara, petugas, jamaah haji untuk disiplin menjadi bagian integral dari suksesnya pelaksanaan ibadah haji 2026 ini. Semoga Allah meridhai dan menyukseskan semua perencanaan yang matang,” pungkas Cak Imin. (rc)

0 Komentar