KBIHU Tak Patuh Langsung Ditindak, Sidak Jelang Armuzna, Ketahuan Mencoba Memonopoli Tenda Jamaah

KBIHU Tak Patuh Langsung Ditindak
LANGSUNG DICOPOT: Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mencopot identitas KBIHU dan spanduk tidak resmi di area tenda Arafah. Pihaknya menegaskan Langkah itu sebagai pengingat agar tak ada penguasaan tenda untuk kelompok tertentu. Foto: KEMENHAJ
0 Komentar

Dahnil juga mengingatkan akan ada sanksi tegas bagi KBIHU yang terbukti melakukan penguasaan tenda demi kepentingan kelompok. “Kalau ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ada tindakan yang tegas,” ujarnya.

Dilansir dari rilis resmi Kemenhaj, peninjauan tersebut dilakukan bersama Amirul Hajj yang dipimpin Menhaj Mochamad Irfan Yusuf, didampingi Wamenhaj, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wamenag Romo Muhammad Syafi’i, serta jajaran Musyrif Diny.

Masih dari Tanah Suci, Menhaj Mochamad Irfan Yusuf juga memastikan kesiapan konsumsi, sanitasi, hingga fasilitas pendukung yang ramah lansia dan disabilitas menjelang Armuzna. “Hari ini kita memeriksa kesiapan tenda-tenda di Arafah dan Mina, kesiapan makanan, kesiapan toilet, kesiapan klinik-kliniknya kita lihat,” ujar Menhaj.

Baca Juga:Kuasa Hukum Minta Jaksa Perdalam Fakta Persidangan Terkait Pinjaman ke Bank CirebonCerita Seorang Ibu yang Habis-habisan demi Bebaskan Anak dari Hukum, Sudah Bayar Rp50 Juta Tapi Masih Ditahan

Salah satu titik perhatian utama adalah kesiapan logistik makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE). Menhaj bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau langsung gudang penyimpanan yang berisi berbagai menu khas Indonesia, termasuk rendang daging yang disiapkan untuk jamaah selama Armuzna.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas penyimpanan, kebersihan, serta kesiapan distribusi makanan agar tetap layak konsumsi, khususnya bagi jamaah lanjut usia. “Namanya gudang memang tempat penyimpanan makanan, tapi yang penting tadi saya lihat kebersihannya,” katanya.

Selain konsumsi, fasilitas sanitasi di Arafah juga jadi perhatian serius. Rombongan meninjau langsung kondisi toilet darurat, termasuk aliran air dan kelayakan penggunaannya untuk jamaah. Menurut Menhaj, saat ini rasio ketersediaan toilet masih berada pada kisaran satu unit untuk 50 jamaah.

Meski belum ideal, fasilitas yang ada dipastikan tetap dimaksimalkan untuk pelayanan jamaah, terutama lansia. “Toilet tadi saya tanya memang belum ideal, tapi untuk ukuran Arafah saat ini satu banding lima puluh,” ungkapnya.

Kemenhaj juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi guna mendorong penambahan fasilitas sanitasi pada musim haji mendatang agar pelayanan semakin optimal. “Kami tadi minta tahun depan kalau masih digunakan, jumlah toiletnya ditambah lagi,” ujarnya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kondisi tenda dan tempat istirahat jamaah. Menhaj, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, hingga tokoh masyarakat Yusuf Hamka mencoba langsung fasilitas kasur dan ruang istirahat untuk memastikan kenyamanan jamaah.

0 Komentar