Jembatan Kedungdawa-Kedungjaya Nyaris Ambruk, Warga dan TNI-Polri Helat Karya Bakti

jembatan penghubung Desa Kedungdawa
GOTONG ROYONG: Pemerintah Kecamatan Kedawung bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga menggelar karya bakti untuk memperbaiki jembatan penghubung Desa Kedungdawa dan Desa Kedungjaya, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kecamatan Kedawung bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga menggelar karya bakti untuk memperkuat pondasi jembatan penghubung Desa Kedungdawa dan Desa Kedungjaya Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon.

Langkah darurat dilakukan menyusul ambrolnya pondasi jembatan di Blok Siladu akibat tergerus derasnya arus Sungai Kedungpane.

Sejak pagi, puluhan warga tampak bergotong royong mengangkut material berupa batu, pasir, dan semen guna memperkuat bagian pondasi yang mengalami kerusakan.

Baca Juga:Kebutuhan Hewan Kurban di Kota Cirebon 2.673 EkorPetani Cirebon Mengeluh, Sudah Tiga Kali Gagal Panen

Upaya tersebut dilakukan agar kondisi jembatan tidak semakin memburuk dan tetap dapat digunakan masyarakat.

Camat Kedawung, Sri Darmanto mengatakan, karya bakti tersebut merupakan langkah sementara sambil menunggu penanganan permanen dari Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Ini ikhtiar bersama agar pondasi tidak terus terkikis dan jembatan tetap bisa digunakan masyarakat,” ujar Sri Darmanto.

Kuwu Kedungdawa, Sanita menjelaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses penghubung utama bagi warga Kedungdawa dan Kedungjaya, termasuk pelajar serta pekerja yang setiap hari melintas.

Menurutnya, akibat kondisi jembatan yang dinilai membahayakan, sebagian warga terpaksa mengambil jalur alternatif dengan memutar hingga sekitar tiga kilometer.

Sanita mengungkapkan, jembatan di Blok Siladu dibangun sekitar 20 tahun lalu dan terakhir mendapat renovasi pada 2016, namun hanya pada bagian atas. Sementara itu, pondasi jembatan belum pernah mendapat perbaikan.

Kerusakan semakin parah setelah debit Sungai Kedungpane meningkat akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir.

Baca Juga:Kasubdit PAI SMP Kemenag RI Dukung Transformasi Digital Guru PAI Usulkan Muktamar NU ke-35 Digelar di Kota Wali

“Sekarang hujan dua jam saja sudah banjir. Air sungai meluap sampai ke permukiman, sementara arus terus menggerus tanah di sekitar pondasi jembatan. Warga tentu khawatir jika kondisinya semakin parah karena ini akses utama masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kuwu Kedungjaya, Satria Robi Saputra mengapresiasi gerak cepat Forkopimcam, TNI-Polri, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan darurat tersebut.

Menurutnya, jembatan itu menjadi jalur vital bagi aktivitas warga kedua desa setiap hari, terutama pelajar dan masyarakat yang beraktivitas lintas wilayah.

“Upaya ini kami lakukan karena setiap hari banyak anak sekolah dan masyarakat melintas di sini. Namun kami berharap segera ada perbaikan permanen agar warga merasa lebih aman,” pungkasnya. (awr)

0 Komentar